Prabowo Bicara Perang Dunia Ketiga: No Body is Going to Help Us

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto mengaku, bertemu dengan sejumlah kepala negara dalam lawatannya ke Eropa belum lama ini. Selain ke London, Inggris, Prabowo juga mengunjungi Davos, Swiss, dan mampir ke Paris, Prancis.

"Hampir semua merisaukan pecahnya Perang Dunia Ketiga. Kita di sini menghapdapi tantangan ya perubahan iklim mengakibatkan kita menerima banyak bencana dan sebagainya," ucap Prabowo dalam pidatonya Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Baca Juga
  • Bertemu Prabowo, Abraham Samad Ingin IPK Diperbaiki dan Reformasi Polri
  • Sjafrie Ungkap Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Oposisi: Bahas Himbara
  • Sjafrie Ungkap Prabowo Bertemu Tokoh Oposisi Jumat Malam

Prabowo mengungkapkan, di tingkat dunia, para kepala negara mengkhawatirkan terjadinya Perang Dunia Ketiga. Dia menyebut, Perang Dunia Ketiga akan melibatkan negara pemilik senjata nuklir.

"Ada simulasi, kalau terjadi Perang Dunia Ketiga nuklir, kita yang tidak terlibat saja pasti kena, kita akan kena partikel-partikel radioaktif, mungkin ikan-ikan kita nanti terkontaminasi semua akan terjadi nuklir winter, karena debunya menutup matahari, dan menutup mataharinya tidak satu tahun, dua tahun,tidak tiga tahun," ujar Prabowo.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dia menyebut, para ahli mengatakan musim dingin nuklir bisa berlangsung puluhan tahun. "Ini yang dibicarakan di dunia, karena itu saya jalankan mandataris, meneruskan warisan pendiri-pendiri bangsa kita, saya menjalankan poliik luar negeri yang menganut tetap garis kita bebas aktif, tapi Non-Allign, Non-Blok, kita tidak akan ikut pakta militer mana pun," kata Prabowo.

Dia pun tetap memegang filosofi yang diaplikasikan dalam menjalankan politik luar negeri Indonesia. "Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak, apalagi satu musuh. Itu garis kita, tapi kita mengerti semua, kalau kita sunguh-sunguh mau Non-Blok, kalau kita sungguh sungguh tidak terlibat dalam pakta," jelas Prabowo.

Hanya saja, Prabowo menyampaikan, ada risiko yang harus dihadapi Indonesia karena tidak bergabung dengan blok militer tertentu. "Kalau kita sungguh sungguh mau bersahabat dengan semua, berarti kita sendiri. Kalau kita diancam kalau kita diserang, tidak akan ada yang bantu kita. Percaya sama saya, no body is going to help us," katanya.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kecerdasan Hibrida Sekolah
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Resmi! Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser di Tangerang
• 21 jam lalusuara.com
thumb
76 Revitalisasi Sekolah Bawa Harapan Baru Pascabencana di Aceh
• 7 jam laludetik.com
thumb
Jaring Bibit Pesepak Bola Sejak Dini, MILO National Championship 2026 Libatkan 10.000 Anak di 22 Kota
• 3 jam lalubola.com
thumb
Update Longsor Lereng Burangrang Cisarua: 71 Korban Ditemukan, 13 Dimakamkan Massal
• 22 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.