Presiden Prabowo Subianto berbicara mengenai kondisi kemiskinan di Indonesia. Prabowo mengatakan ada kecenderungan para pemangku kepentingan untuk sungkan menggunakan kata miskin kepada warga Indonesia yang kurang mampu.
"Sekarang para ahli ekonomi ada istilah desil satu, desil dua, desil tiga, desil empat dan kita kadang-kadang takut bicara apa adanya," kata Prabowo dalam taklimat di Rakornas Pemerintah Pusat-Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).
Prabowo mengatakan saat ini juga ada istilah baru dalam mengganti kata miskin di Indonesia. Istilah itu mulai dari prasejahtera hingga the aspiring middle class.
"Nggak mau kita mengakui, kita nggak mau bilang miskin, nggak enak. Prasejahtera. Miskin, kasian, nggak enak kita, prasejahtera. Habis itu ada istilah lagi, bahasa Inggrisnya, the aspiring middle class," ujar Prabowo.
Dia menjelaskan the aspiring midlle class merupakan orang yang hendak merangkak dari garis kemiskinan ke kelas ekonomi menengah. Namun warga dalam kategori itu belum sampai di tahap kelas menengah.
Prabowo bergurau istilah baru itu dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik untuk menjaga moril warga Indonesia yang masih berada di kategori miskin.
"Ini BPS pintar juga kalian cari istilah-istilah itu. Tapi saya mengerti saudara tidak mau turunkan moril bangsa Indonesia," kata Prabowo.
Prabowo menekankan kondisi kemiskinan di Indonesia harus diterima oleh para pemangku kepentingan. Dia meminta kondisi itu harus menjadi pelecut bagi kepala daerah dan pejabat pemerintahan untuk bekerja lebih giat lagi dalam menghilangkan kemiskinan di Indonesia.
"Kita harus berjuang bersama-sama semua unsur semua tingkatan, semua latar belakang, semua partai manapun kita harus bersatu, kita harus berjuang menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Kita tidak boleh menyerah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan," pungkas Prabowo.
(ygs/dhn)


