Beirut: Serangan militer Israel di wilayah Lebanon selatan pada Minggu, 1 Februari, dilaporkan menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai tujuh lainnya. Insiden tersebut menandai pelanggaran terbaru terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku sejak November 2024.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa serangan fatal tersebut menyasar kota Ebba di kegubernuran Nabatieh, menyebabkan satu orang tewas dan enam orang lainnya terluka.
Sementara itu, Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan serangan pesawat nirawak di kota Harouf yang membakar sebuah kendaraan dan melukai satu orang tambahan.
Rentetan serangan tersebut menambah daftar panjang dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh pihak Israel, yang sejak kesepakatan diberlakukan telah menimbulkan ratusan korban jiwa dari kalangan warga sipil Lebanon.
Selain serangan udara, militer Israel dilaporkan masih menduduki sejumlah titik perbukitan strategis di Lebanon yang direbut selama konflik terbaru, melengkapi wilayah yang telah mereka kuasai selama puluhan tahun.
Pemerintah Lebanon secara konsisten mendesak komunitas internasional untuk menekan Israel agar menghentikan serangan dan mematuhi sepenuhnya ketentuan gencatan senjata. Di sisi lain, kelompok Hizbullah menyatakan tetap berkomitmen pada kesepakatan tersebut, namun menuntut penarikan penuh pasukan Israel dari seluruh wilayah Lebanon yang diduduki.
Konflik yang memuncak sejak September 2024 ini telah menimbulkan dampak kemanusiaan besar. Otoritas Lebanon mencatat lebih dari 4.000 orang tewas dan sekitar 17.000 lainnya terluka akibat operasi militer tersebut. Kekerasan yang terus berlanjut dikhawatirkan akan merusak gencatan senjata yang rapuh serta memperburuk instabilitas di kawasan perbatasan.
Sejumlah aktor regional, termasuk Turki, terus menyerukan deeskalasi dan penghormatan terhadap kedaulatan negara. Pelanggaran yang berulang ini kembali menegaskan urgensi diplomasi internasional yang lebih kuat guna mengamankan perdamaian jangka panjang dan mencegah kembalinya eskalasi konflik berskala besar di Timur Tengah. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Israel Gempur Lebanon Jelang Rencana Pelucutan Senjata Hizbullah




