Raja Tol Trans Sumatra Bangun Stasiun Bawah Tanah MRT Glodok-Kota

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Pengerjaan Stasiun MRT Glodok. (Dok. Hutama Karya)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menjalankan pembangunan Stasiun Bawah Tanah Glodok-Kota MRT Jakarta. Proyek ini menjadi sebuah penghubung mobilitas yang diproyeksikan memperkuat konektivitas kawasan Kota Tua sekaligus memperluas pilihan transportasi publik yang lebih tertib bagi warga.

Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan MRT Jakarta Fase 2A dengan panjang koridor sekitar 1,33 Km. Pada paket ini, ruas pekerjaan menghubungkan Stasiun MRT Mangga Besar dan Stasiun MRT Jakarta Kota. Pembangunan di area pusat kota yang padat ini dirancang untuk memperkuat integrasi antarmoda serta meningkatkan kenyamanan perpindahan moda, terutama melalui penataan akses pejalan kaki, koneksi menuju layanan transportasi lain di sekitar kawasan, dan peningkatan kualitas ruang publik.

Baca: Tol Baru Ini Sudah Siap Dibuka, Medan-Danau Toba Terasa Sejengkal

Di balik pembangunan stasiun ini, ada kolaborasi lintas pihak yang memastikan pekerjaan berjalan rapi di kawasan pusat kota. Hutama Karya mengerjakan paket CP 203 bersama mitra asal Jepang, Sumitomo Mitsui Construction Company (SMCC), melalui skema joint operation (SMCC-HK JO), dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) sebagai penyelenggara proyek.


Bagi masyarakat, keberadaan stasiun bukan hanya soal bangunan baru, melainkan soal cara kota memberi ruang bagi warganya untuk bergerak lebih efisien. Ketika transportasi publik terhubung dengan baik, waktu tempuh menjadi lebih terprediksi, kepadatan lalu lintas berkurang, dan kawasan-kawasan dengan aktivitas tinggi dapat tumbuh lebih tertata.

Dalam konteks Glodok-Kota, konektivitas yang lebih kuat juga diharapkan mendukung pergerakan menuju destinasi wisata, pusat kuliner, dan area perdagangan tanpa menambah beban kemacetan di titik-titik yang selama ini padat.

Foto: Stasiun MRT Glodok. (Dok. Hutama Karya)
Stasiun MRT Glodok. (Dok. Hutama Karya)

Integrasi antarmoda menjadi bagian penting dari cerita ini. Pusat kota Jakarta memiliki simpul-simpul transportasi yang saling berdekatan, namun pengalaman berpindah moda sering kali ditentukan oleh detail akses pejalan kaki, koneksi menuju halte atau stasiun lain, serta kenyamanan ruang publik di sekitarnya. Karena itu, pembangunan stasiun bawah tanah perlu dirancang dengan perspektif pengguna, agar perpindahan dari satu moda ke moda lain terasa mulus dan aman, terutama pada jam-jam sibuk.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa pekerjaan stasiun bawah tanah ini menunjukkan progres yang signifikan dengan target penyelesaian pekerjaan pada semester I 2027.

"Hingga Rabu (28/1) kami mencatatkan progres 82%. Sejumlah pekerjaan yang tengah dilakukan pekerjaan struktur entrance, pekerjaaan arsitek dan mep stasiun. Kehadirannya nanti akan memberi manfaat nyata bagi mobilitas warga dan penataan transportasi publik perkotaan," ujarnya.

Dalam pekerjaan perkotaan, Hutama Karya memandang pengendalian dampak sebagai bagian dari tanggung jawab bekerja di kawasan yang hidup. Keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari struktur yang berdiri, tetapi juga dari bagaimana pekerjaan berlangsung tanpa memutus akses warga, tanpa mengganggu kegiatan ekonomi secara berlebihan, serta tanpa mengurangi rasa aman publik.

Baca: Tarif 7 Ruas Tol Trans Sumatra Didiskon 20%, Ini Rute dan Jadwalnya

Prinsip ini menjadi rujukan pelaksanaan di lapangan, termasuk dalam penyampaian informasi kepada masyarakat sekitar apabila terdapat penyesuaian akses di area tertentu selama masa konstruksi.

Pembangunan transportasi publik pada akhirnya berhubungan langsung dengan kualitas hidup. Kota yang menyediakan pilihan mobilitas yang andal memberi ruang bagi warganya untuk mengelola waktu lebih baik, mengurangi biaya perjalanan, serta memperluas kesempatan kerja dan akses layanan. Di Jakarta, kebutuhan tersebut kian relevan seiring pertumbuhan aktivitas pusat kota yang menuntut sistem angkutan massal yang terintegrasi dan berkelanjutan.


(wur/wur)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Kementerian PU dan Hutama Karya Pulihkan Infrastruktur Sumbar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Leo/Bagas Akhiri Puasa Gelar, Amankan Takhta Ganda Putra di Thailand Masters 2026
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Viral Anggota Satlantas Diduga Pungli di Jalan Cideng Jakpus, Ini Faktanya
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Jawaban Jujur Timothée Chalamet Ditanya soal Pernikahan dengan Kylie Jenner
• 1 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Harga Emas 2 Februari 2026: Galeri24 vs UBS, Mana Lebih Murah?
• 7 jam lalumerahputih.com
thumb
3 Tempat Wisata Alam Menakjubkan, Lihat Api Biru Kawah Ijen!
• 5 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.