Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total kunjungan turis asing atau wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia tembus 1,41 juta kunjungan pada periode Desember 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan realisasi kunjungan wisman tersebut meningkat 14,43% dibandingkan dengan periode Desember 2024 sebanyak 1,23 juta kunjungan.
"Jumlah kunjungan wisman sebanyak 1,41 juta tadi berasal dari pintu masuk utama dan dari pintu masuk perbatasan. Naik 17,25% secara bulanan dan secara yoy naik 14,43%," jelasnya dalam Konferensi Pers, Senin (2/2/2026).
Perinciannya, kunjungan wisman pada tahun 2025 paling banyak dilakukan oleh wisatawan asal Malaysia mencapai 17,20% atau sebanyak 2.639 kunjungan, Australia sebanyak 1.754 kunjungan (11,40%) , dan Singapura sebanyak 1.526 kunjungan (9,90%).
"Wisman berkebangsaan Malaysia menempati posisi pertama disusul Australia dan Singapura di 2025 ini. Dibandingkan dengan 2024, kunjungan Wisman dari Malaysia mengalami peningkatan cukup tinggi yaitu 16,26%," tambah Ateng.
Sejalan dengan hal itu, secara kumulatif sepanjang tahun 2025, total kunjungan wisman dilaporkan melonjak hingga 15,39 juta, atau naik 10,80% dibandingkan tahun 2024.
Baca Juga
- Bandara Ngurah Rai Layani 7,1 Juta Wisman Masuk Bali, Australia Terbanyak
- KAI: 694.000 Wisman Naik Kereta Api Jarak Jauh Sepanjang 2025
- RI Bidik Kunjungan Wisatawan Asing Tembus 17,6 Juta pada 2026
Ateng menekankan, realisasi kunjungan Wisman pada 2025 menjadi yang tertinggi selama enam tahun belakangan, atau tepatnya sejak 2020.
Meski demikian, posisinya masih belum bisa mencapai total kunjungan wisman saat periode pra-pandemi atau pada 2019 yang tembus di angka 16,1 juta kunjungan.
"Seperti kita ketahui bersama di tahun 2019 kan tahun yang periode sebelum pandemi, 2020 mulai masuk Pandemi. Tetapi ini bedanya tinggal sedikit lagi jika dibanding 2019 lalu yang mencapai 16,1 juta," pungkasnya.
Berikut tren kunjungan wisman ke Indonesia 2019-2025:- 2019:16,1 juta
- 2020: 4,05 juta
- 2021: 1,5 juta
- 2022: 5,88 juta
- 2023: 11,67 juta
- 2024: 13,88 juta
- 2025: 15,39 juta




