Jaringan Gusdurian Minta RI Mundur dari BoP Bentukan Donald Trump

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Jaringan Gusdurian Indonesia menilai Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden AS Donald Trump bukan organisasi yang berupaya mewujudkan kemerdekaan Palestina.

"Nyata-nyata bukan jalan menuju kemerdekaan bangsa Palestina dan merupakan upaya dominasi politik imperial dengan bungkus perdamaian," kata Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Wahid melalui keterangan, Senin (2/2).

BACA JUGA: Alissa Wahid: Jaringan Gusdurian Minta Penulisan Ulang Buku Sejarah Dibatalkan

Untuk itu, Jaringan Gusdurian mendesak pemerintah rezim Prabowo Subianto menarik keterlibatan Indonesia dari BoP bentukan Trump.

"Mendesak pemerintah Indonesia untuk menarik diri dari keterlibatan dalam Board of Peace," demikian pernyataan mereka.

BACA JUGA: MUI Desak RI Mundur dari Dewan Perdamaian Gaza, Istana Buka Suara

Sebab, Jaringan Gusdurian Indonesia menilai BoP bertentangan dengan amanat konstitusi negara mewujudkan perdamaian dunia.

"Bertentangan dengan amanat konstitusi untuk melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," demikian pernyataan organisasi.

BACA JUGA: RI Wajib Bayar Rp 16,8 Triliun Seusai Jadi Anggota Dewan Perdamaian Gaza

Jaringan Gusdurian meminta meminta pemerintah rezim Prabowo memaksimalkan mekanisme PBB dalam mewujudkan perdamaian Palestina.

Namun, organisasi itu menyatakan langkah melalui PBB harus dilakukan dengan memaksimalkan transparansi dan akuntabilitas, serta mendorong lembaga berpihak ke rakyat Palestina.

Selanjutnya, Jaringan Gusdurian mendorong kelompok-kelompok masyarakat sipil untuk selalu mengontrol dan mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak sejalan dengan amanah konstitusi agar tercapai kemaslahatan bangsa.

"Menyerukan kepada seluruh warga Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada perjuangan bangsa Palestina dan melawan genosida yang dilakukan Israel," demikian pernyataan jaringan tersebut. (ast/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aniaya Anggota Banser, Habib Bahar Jadi Tersangka


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pakistan Gagalkan Serangan Kelompok Separatis, 92 Militan Tewas
• 4 jam laluerabaru.net
thumb
Tak Perlu Diplomasi, Medvedev Sebut Rusia Akan Memenangkan Perang di Ukraina
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Abraham Samad Ungkap Deret Tokoh Oposisi Bertemu Presiden Prabowo 4,5 Jam di Kertanegara
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Kevin Diks Tak Kunjung Main Bersama Borussia Monchengladbach, John Herdman Ambil Tindakan
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Pos Perbatasan Rafah Dibuka Hari Ini
• 27 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.