Liputan6.com, Jakarta - Pelaksanaan pengelolaan sampah di Kota Bandung terus didorong agar dilaksanakan secara terintegrasi dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap kebersihan dan kualitas lingkungan warga.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana ke-79 yang berlangsung di Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, sebagai bagian dari penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
Advertisement
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengevaluasi pelaksanaan Gerakan Atasi Sampah atau Gerakan Sampah Kelar (Gaslah) yang berjalan di tingkat Rukun Warga (RW). Menurutnya, program ini menjadi penting karena merupakan garda terdepan dalam upaya pengurangan sampah langsung dari sumbernya.
“Saya ingin memastikan Gaslah ini betul-betul berjalan efektif, bukan sekadar ada kegiatannya tapi jelas ujungnya,” ujar Farhan, dilansir Liputan6.com dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat www.jabarprov.go.id, Jumat (30/1/2026).
Program Gaslah di tingkat RW diharapkan benar-benar berdampak nyata pada kebersihan lingkungan, bukan sekadar menjadi kegiatan formalitas, sehingga pelaksanaannya dapat lebih terukur dan efektif bagi warga.
Farhan juga menyampaikan apresiasi kepada para ketua RW dan warga yang tetap menjalankan program Gaslah, meski menghadapi keterbatasan sumber daya manusia dan administrasi. Menurutnya, komitmen tersebut menunjukkan bahwa kesadaran warga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengelolaan sampah di tingkat kewilayahan.
“Saya apresiasi para RW dan warga, di tengah keterbatasan SDM dan administrasi, program kota tetap dijalankan,” ujarnya.



