Wakil Kepala Polisi di Yunnan, Tiongkok Terlibat Bisnis Tempat Prostitusi, Terima Tunai Setara Miliar Rupiah  Selama 3 Tahun

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

Mantan Wakil Kepala Biro Keamanan Publik Distrik Linxiang, Kota Lincang, Provinsi Yunnan, Tiongkok, didakwa menjadi “payung pelindung” bagi jaringan penyelundupan dan perjudian, menerima suap, serta ikut memiliki saham di tempat prostitusi dan menikmati pembagian keuntungan. Ia dijatuhi hukuman 6 tahun penjara, yang memicu perhatian publik.

EtIndonesia. Berdasarkan putusan pengadilan yang dirilis oleh Pengadilan Shuangjiang, Yunnan, Mei—mantan Wakil Kepala Biro Keamanan Publik Distrik Linxiang—selama menjabat sebagai kepala kantor polisi dan wakil kepala distrik, menyalahgunakan wewenangnya untuk melindungi aktivitas penyelundupan produk beku dan tempat perjudian, membocorkan informasi penegakan hukum, serta ikut berinvestasi di tempat prostitusi untuk menerima pembagian keuntungan. Total suap yang diterimanya mencapai 1,74 juta yuan.

Dalam putusan disebutkan bahwa dari 2015 hingga 2024, Mei menjabat sebagai Kepala Kantor Polisi Quan’nei, Kepala Kantor Polisi Fengxiang, dan Wakil Kepala Biro Keamanan Publik Distrik Linxiang, Kota Lincang.

Pengadilan menetapkan bahwa selama periode 2015–2024, Mei memanfaatkan jabatannya untuk membantu lima orang—bermarga Ma, Zhou (A), Chen, Zhao (A), dan Liu (C)—dalam kegiatan penyelundupan produk beku, penanganan pemeriksaan tempat usaha jasa hiburan, serta pengurusan perkara hukum. Atas bantuan tersebut, ia menerima suap dengan total 1,74 juta yuan.

Saat menjabat sebagai Kepala Kantor Polisi Fengxiang pada Juli–Agustus 2023, Mei mengetahui bahwa Zhou (A) bersama komplotannya membuka arena perjudian di wilayah yurisdiksinya, namun dengan sengaja tidak menjalankan kewajiban penindakan. Ia berulang kali menerima bagian keuntungan dari operasi perjudian yang diberikan oleh Zhou (A), serta membocorkan rencana operasi pembersihan dari Biro Keamanan Publik Distrik Linxiang, sehingga membantu kelompok tersebut menghindari penindakan dan bebas dari tuntutan pidana. Perbuatannya ini dinyatakan sebagai kejahatan penyalahgunaan hukum demi kepentingan pribadi.

Selain itu, Mei juga didakwa ikut memiliki saham di tempat prostitusi serta memberikan perlindungan dan bocoran informasi kepada pihak terkait.

Putusan menyebutkan bahwa dari tahun 2020 hingga Agustus 2023, saat menjabat sebagai Kepala Kantor Polisi Fengxiang di Kota Lincang, Mei mengetahui bahwa Zhou (A) menjalankan aktivitas pengorganisasian prostitusi dan transaksi seks berbayar di wilayahnya, namun tidak melakukan penindakan. Sebaliknya, ia ikut berinvestasi dan menerima pembagian keuntungan, serta beberapa kali menerima uang tunai dari Zhou (A) dengan total 760.000 yuan.

Pada 8 Januari 2026, Mei dijatuhi hukuman 6 tahun penjara atas tindak pidana suap dan penyalahgunaan hukum demi kepentingan pribadi, serta didenda sebesar 300.000 yuan.

Sejumlah warganet berkomentar, antara lain:
“Di setiap kota, pasti ada orang dalam sistem kepolisian yang menjadi pelindung mafia.”
“Kalau ada kejahatan hitam, pasti ada payung pelindungnya, kalau tidak, bagaimana bisa bertahan?”
“Di Guangdong juga banyak, hanya saja belum ketahuan.”
“Coba lihat ke Kabupaten Jiaxiang, Kota Jining, Provinsi Shandong.”
“Periksa Shenzhen.”
“Periksa Dongguan.”
“Di tempat kami memang sudah begini dari dulu. Saya kenal seorang kepala kantor polisi yang ikut memiliki saham, sudah belasan tahun lalu. Apa yang aneh?”

Li Li, / Editor Li Qian


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Operasi Keselamatan Jaya 2026 Digelar, Fokus Tekan Pelanggaran dan Fatalitas Jelang Ramadan
• 3 jam laludisway.id
thumb
Athletic Bilbao Ditahan Real Sociedad Meski Unggul Pemain, Real Betis Menang atas Valencia
• 7 jam lalupantau.com
thumb
PAEI nilai reformasi integritas bisa perkuat fondasi pasar modal RI
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Demutualisasi BEI, Danantara Jamin tak Picu Konflik Kepentingan
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Senin, layanan SIM Keliling tersedia di lima lokasi di DKI Jakarta
• 8 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.