Komisi XIII DPR RI menggelar rapat kerja bersama Menteri HAM, Natalius Pigai di Gedung DPR, Jakarta Pusat pada Senin (2/2). Rapat itu membahas rencana kerja KemenHAM tahun 2026 dan isu aktual lainnya.
Di awal rapat, Pigai ngaku rindu dengan Komisi XIII. Menurutnya, satu tahun kepemimpinannya, KemenHAM adem ayem.
“Kangen juga bertemu dengan bapak ibu pimpinan DPR,” ucap Pigai sebelum memulai paparannya.
“Setelah pertemuan kita pertama dulu, hampir satu tahun sangat adem ayem, tidak sesuai dengan jiwa Menteri HAM Natalius Pigai,” tambahnya.
Bahkan Pigai menyatakan ia perlu tantangan.
“Harus ada challenge juga,” ucap Pigai.
Pigai lalu memberikan paparan mengenai laporan upaya KemenHAM sebagai kementerian baru bersosialisasi kepada masyarakat. Pigai menyebut, KemenHAM merupakan kementerian yang paling banyak disorot media.
“Tapi berita demi berita setiap hari menghiasi hingga hampir nyaris seluruh Indonesia mengetahui Kementerian HAM, itu artinya kementerian, pekerja media melaporkan dan mereportase kegiatan-kegiatan yang dilakukan kementerian HAM,” lanjutnya.
“Saya sendiri meyakini Kementerian HAM sebagai kementerian yang baru sangat terkenal artinya Kementerian HAM bekerja,” ucap Pigai.
Lebih lanjut, Pigai memamerkan prestasi Kementerian HAM yang berhasil membawa Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM PBB. Menurutnya, prestasi ini sebelumnya tak bisa dicapai oleh presiden-presiden terdahulu.
“80 tahun Republik Indonesia merdeka, begitu banyak presiden, baru Prabowo Subianto presiden RI pertama kali memimpin lembaga multilateral dunia, yaitu Presiden Dewan HAM PBB,” ucap Pigai.
“Baru pertama pecah rekor memimpin dunia, ini baru pertama. Asia-Pasifik aja tidak pernah kita pimpin, baru pertama, lembaga PBB lagi pak ya,” tambahnya.
Menurutnya, prestasi ini juga tercapai karena dukungan dari Komisi XIII.
“Kami kerja keras dari KemenHAM dan didukung juga oleh Komisi XIII DPR RI. Saya kira itu satu prestasi dan kalau ada yang mau menyaingi ya nanti kita lihat 50 tahun lagi apakah kita akan jadi Sekjen PBB enggak karena hari ini yang kita raih adalah di bawah nomor 2, di bawah Sekjen PBB,” ucap Pigai.
“Karena itu kalau ada yang bilang, saya sendiri bangga KemenHAM bisa menghadirkan prestasi yang prestisius di tengah-tengah kementerian yang baru. Saya juga bangga karena komisi XIII juga ikut serta,” tambahnya.
Pigai melanjutkan paparan-paparan soal prestasi selama setahun menjabat. Sampai berita ini dibuat, rapat masih berlangsung.



