Penulis: Hari Sukemi
TVRINews, Mojokerto
Bencana angin puting beliung disertai hujan lebat menerjang wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Minggu sore, 1 Februari 2026.
Akibat peristiwa tersebut, ratusan rumah warga di tiga desa wilayah Kecamatan Pungging mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga parah.
Berdasarkan video amatir warga yang beredar, ratusan santri Pondok Pesantren Nurul Islam di Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, terlihat panik saat angin kencang menerjang area pondok. Para santri berlarian menyelamatkan diri ketika atap bangunan mulai bergoyang akibat terpaan angin.
Meski kejadian berlangsung singkat, dampak yang ditimbulkan cukup signifikan. Angin puting beliung merusak rumah-rumah warga di Desa Balongmasin, Desa Jabontegal, dan Desa Tunggalpager. Atap rumah beterbangan, pagar ambrol, serta sejumlah pohon besar tumbang dan menimpa rumah warga hingga area makam desa.
Data sementara mencatat sedikitnya 30 rumah mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung. Selain itu, ratusan rumah warga serta sejumlah fasilitas umum, seperti sekolah dan kantor desa di beberapa wilayah Kecamatan Mojosari, juga dilaporkan mengalami kerusakan parah.
Puluhan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto bersama relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan pembersihan material pascabencana.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, mengatakan pihaknya segera melakukan asesmen dan pendataan setelah menerima laporan adanya cuaca ekstrem.
"Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang serta kerusakan pada rumah warga dan fasilitas umum, khususnya di Desa Jabontegal," ujar Abdul Khakim, Minggu, 1 Februari 2026.
Ia menambahkan, hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Petugas bersama warga masih terus melakukan pendataan kerusakan dan penanganan di lapangan.
BPBD Kabupaten Mojokerto mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Pasalnya, sehari sebelumnya, Sabtu sore 31 Januari 2026, wilayah setempat juga sempat dilanda hujan deras disertai angin kencang yang merusak sejumlah fasilitas umum.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, cuaca buruk disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto dan sekitarnya. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di luar rumah saat cuaca ekstrem.
Editor: Redaktur TVRINews


