Grid.ID - Berita soal Dedi Mulyadi dikritik para pemuda saat ikut terjun bantu evakuasi korban longsor Cisarua mendadak jadi sorotan. Sang Gubernur Jawa Barat itu bahkan sebelumnya sempat berteriak meminta linggis.
Seperti yang diketahui, sebelum Dedi Mulyadi dikritik para pemuda, pada Sabtu 24 Januari 2026 lalu telah terjadi bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kejadian tersebut bahkan sampai memakan korban jiwa.
Saat itu, mengetahui daerah kepemimpinannya tertimpa musibah, Dedi Mulyadi lantas langsung terjun ikut membantu. Dimana saat itu banyak korban yang masih tertimpa longsoran.
Alhasil, Dedi Mulyadi sempat berteriak meminta linggis yang diucapkannya berkali-kali kepada petugas di lokasi.
"Linggis mana linggis," teriak Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Senin (2/2/2026).
Kendati demikian, proses vakuasi pencarian korban juga sempat terkendala karena akses menuju lokasi kejadian sempat dipenuhi warga yang ingin melihat Dedi Mulyadi. Bahkan sempat pula terdengar warga yang berteriak karena menemukan dua korban lainnya.
"Ini ada satu, tolong, tolong," teriak warga.
"Ada dua korban," teriak warga.
Mendengar hal itu, petugas gabungan langsung turun langsung membantu korban yang terjepit. Korban kemudian ditarik ke atas dan langsung dibawa ambulance untuk diidentifikasi.
Saat kejadian ada korban longsor yang sampai terjepit antara bebatuan dan pohon.
"Ada korban yang sedang tidur, tergulung kasur dan selimut, kemudian tertimpa batu dan pohon. Itu yang membuat proses evakuasi menjadi sulit," beber Dedi Mulyadi.
Namun siapa sangka, meski sudah ikut terjun membantu korban longsor Cisarua, Dedi Mulyadi dikritik para pemuda. Karena dianggap justru mempersulit. Karena kehadirannya malah menarik perhatian orang-orang menonton.
Dan tugas evakuasi seperti menarik korban longsong dianggap pemuda tidak perlu dilakukan Dedi karena hal itu adalah tugas dari Tim SAR, BPBD hingga relawan. Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi angkat bicara.
Ya, bukannya marah, Dedi Mulyadi justru mengaku berterima kasih atas kritikan yang dilontarkan kepadanya.
"Saya ucapkan terima kasih ya kepada pemuda yang mengkritik saya bahwa gubernur gak usah ikut narik atau ngangkat korban longsor di Cisarua di Kabupaten Bandung Barat, karena itu bukan gubernur," beber Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari TribunJabar.id.
Kendati demikian, Dedi mengaku memiliki alasan sendiri di baliknya. Dimana hal itu bukan semata untuk pencitraan, namun sebagai bentuk empati.
"Terkadang kehadiran pemimpin di tengah mereka (korban dan petugas) membawa spirit. Mereka cukup bahagia, ketika saya hadir di sampingnya," tandas Ddi Mulyadi. (*)
Artikel Asli


