Danantara Sebut Saham-Saham yang Anjlok Miliki Valuasi Tinggi

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Senin (2/2/2026) setelah sempat rebound pada akhir pekan lalu.

IHSG kembali tertekan pada perdagangan hari ini setelah sempat rebound pada akhir pekan lalu. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Senin (2/2/2026) setelah sempat rebound pada akhir pekan lalu. Saham-saham "konglo" menjadi pemberat indeks, sedangkan saham-saham blue chip cenderung stabil.

Penurunan saham-saham dengan valuasi selangit tersebut terjadi setelah pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana melakukan transformasi pada pasar modal Indonesia. Sejumlah rencana strategis tersebut di antaranya transparansi data kepemilikan saham di bawah 5 persen hingga kenaikan saham publik (free float) menjadi 15 persen.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir menilai, saham-saham yang turun adalah saham-saham yang sebelumnya mengalami kenaikan tajam. Kondisi itu membuat valuasinya meroket, sedangkan fundamentalnya tak berubah. Dia menyebut saham-saham tersebut tidak layak dijadikan investasi (uninvestability). 

"Memang banyak (investor) ritel melihat ini banyak saham-saham yang kemarin saya bilang uninvestability atau saham-saham yang memang dengan valuasi yang sangat tinggi mengalami koreksi," ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/2/2026).

Menurut Pandu, investor kini tengah memburu saham-saham yang memiliki fundamental kuat untuk dijadikan investasi. Hal ini tercermin dari saham-saham blue chip seperti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang naik 6,25 persen dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menguat 2,7 persen pada penutupan sore ini.

"Jadi banyak sekali kalau dilihat observasi awal dari sisi ritel melihat saham-saham yang memiliki valuasi yang mungkin amat tinggi atau bahasanya uninvestable itu yang mengalami koreksi, mungkin akan mengalami koreksi alam," kata Pandu.

Dengan demikian, Pandu melihat koreksi yang terjadi pada IHSG dan saham-saham "konglo" tersebut tidak perlu dirisaukan investor. Dia menyebut, hal ini sebagai transisi menuju pendalaman pasar lewat sejumlah agenda transformasi yang telah disiapkan.

"Jadi saya sih melihatnya sesuatu yang enggak perlu dikhawatirkan, ya kita harus melihat balik ke fundamental, juga untuk pemikiran buat teman-teman, jangan hanya melihat short term (jangka pendek)," kata Pandu.

>

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Drakor Romantis Terbaru Jisoo BLACKPINK akan Tayang di Netflix, Intip Sinopsisnya
• 53 menit lalubeautynesia.id
thumb
Prabowo ke Mantan Bos BUMN: Tanggung Jawab, Siap-siap Kau Dipanggil Kejaksaan
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Khamenei Peringatkan AS: Jika Mulai Serang, Bisa Jadi Konflik Regional
• 15 jam laludetik.com
thumb
Pocari Run 2026 Blibli Hadir di Bandung, Ini Panduan Lengkap Sebelum Mendaftar
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
KLH Kirim Tim Tinjau Asap Kuning dari Pabrik Kimia di Cilegon
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.