Presiden Prabowo singgung soal masalah sampah di berbagai daerah, termasuk di Bali dan Ciputat, dalam Rakornas Kemendagri 2026, Senin (2/2/2026).
Selain mengimbau giat bersih-bersih, Prabowo menargetkan membuat proyek 34 waste to energy di berbagai kota/kabupaten. Dia juga memberi arahan kepada kepala daerah untuk mulai berinisiatif mengatasi sampah.
Terkait ini, Wamendagri Bima Arya mendukung program Prabowo.
"Rasanya baru, ya. Jadi Presiden menekankan betul bahwa kota-kota, kabupaten-kabupaten di Indonesia itu harus bersih. Bahkan, Presiden tadi mencanangkan gerakan ASRI: Aman, Resik, Indah," tutur Bima Arya.
Bima juga menyoroti arahan lain dari Prabowo, seperti soal pemerintahan yang bersih dan memahami kondisi global. Hal ini, ujarnya, memerlukan kerja keras dan kebersamaan.
Presiden dalam rakornas kali ini juga menekankan berbagai program prioritas yang terus digenjot, termasuk Koperasi Desa Merah Putih, MBG, Sekolah Rakyat, maupun Kampung Nelayan.
Bima Arya menyebut bahwa program ini bisa berjalan dengan sinergi yang maksimal antara pusat dengan daerah.
"Setiap program pemerintah itu kan ada timnya. Ada Satgas Kopdes, Satgas MBG, ada yang fokus di Kampung Nelayan. Dan Menko yang bertanggung jawab, mengoordinasikan secara rutin," ujarnya.
"Kami Kemendagri memfasilitasi itu semua. Jadi setiap minggu kami bergiliran melakukan koordinasi untuk memastikan target-target Presiden itu bertahap tercapai," kata Bima.



