Tangis Guru Honorer di DPR: Takut Dirumahkan-Pulang Ngajar Antar Laundry

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Baleg DPR RI menerima audiensi dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) di DPR, Senin (2/2). Mereka menerima curhatan dari guru honorer.

Salah satu yang mencurahkan isi hatinya adalah Indah Permata Sari, seorang guru honorer dari SDN Wanasari 01 Cibitung, Kabupaten Bekasi. Kepada pimpinan dan anggota Baleg, Indah menyebut sangat susah untuk masuk ke dalam data pokok pendidikan (Dapodik).

“Saya yang namanya terdata di 265 itu yang belum masuk data pendidikan, Pak. Padahal saya sudah memenuhi masa kerja tapi sulitnya untuk masuk data pendidikan atau Dapodik itu sulitnya luar biasa pak,” ucap Indah.

“Susah sekali, Pak, kadang informasi yang turun dari dinas ke sekolah tidak menyeluruh, Pak. Jadinya kita ketinggalan info,” tambahnya.

Menurutnya, dengan begitu, dirinya sulit untuk diangkat menjadi guru P3K. Dengan kondisi serba tidak pasti itu, Indah bahkan terbayang-bayang sampai kapan status guru ini akan berakhir.

“Kayak kemaren ada tes p3k tapi karena kita tidak masuk dalam Dapodik kita semua tidak bisa, Pak, tertinggal. Bahkan terbayang-terbayang akan dirumahkan,” tutur Indah.

Ia meminta, derita yang dialami jadi perhatian DPR.

Indah lalu mengungkapkan perjuangan lain yang dia jalani selama menjadi guru honorer untuk bisa memenuhi kebutuhan.

“Itu paling sedih sih, Pak. Harapan saya dan teman-teman tenaga pendidik dan guru yang lain, bisa ikut P3K penuh waktu, paling itu sih, pak,” ucap Indah.

“Karena saya juga seperti yang tadi bapak bilang, pulang mengajar jadi antar-jemput laundry, Pak. Mungkin itu aja yang bisa saya sampaikan,” tambahnya sambil mengelap air matanya.

Menanggapi cerita Indah, Ketua Baleg, Bob Hasan, memberikan semangat kepada para guru honorer. Ia berjanji akan mengadvokasikan kondisi mereka.

“Saya harap dari bapak ibu sekalian di PGRI, jangan pernah surut perjuangan ini, kami dari baleg pun tengah mengadvokasi para guru-guru terutama guru-guru madrasah yang merupakan bagian daripada persatuan guru juga yang saya kira pikirannya sama, ada kesejahteraannya dan ada perlindungan hukum di dalamnya,” ucap Bob.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Carlos Alcaraz Taklukkan Djokovic di Final, Raih Gelar Australian Open 2026 dan Lengkapi Career Grand Slam
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Foto: Dua Pemain Anyar Cetak Gol, Borneo FC Bungkam PSIM Yogyakarta
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Program MBG Prabowo Dipuji Lembaga AS sebagai Investasi Jangka Panjang
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Ungkap Pakar White House Pelajari MBG Indonesia
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Kapan Puasa Nisfu Syaban 2026? Simak Jadwal dan Tata Caranya
• 15 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.