Pedagang Kota Tua Terpaksa 'Ngungsi' Imbas Syuting Film Lisa BLACKPINK: Uang Kompensasi Nggak Cukup!

suara.com
14 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Kawasan Lokbin Kota Intan ditutup sementara untuk syuting film internasional "Extraction: Tygo" yang dibintangi Lisa BLACKPINK.
  • Penutupan berlangsung satu minggu penuh, dari 31 Januari hingga 7 Februari 2026, menyebabkan ratusan kios sepi.
  • Pedagang terdampak menerima uang kompensasi bervariasi dari Pemprov DKI Jakarta untuk menutupi kerugian.

Suara.com - Kawasan Lokasi Binaan (Lokbin) Kota Intan, Jalan Cengkeh, Jakarta Barat, mendadak senyap bak kota mati setelah ratusan kios UMKM dipaksa tutup sementara.

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi pada Senin (2/2/2026), lorong-lorong lapak yang biasanya riuh pedagang kini hanya menyisakan pemandangan terpal putih yang menjuntai lesu menutupi kios-kios yang terkunci.

Area kuliner dan lahan parkir resmi tersebut harus disterilkan total demi kepentingan syuting film internasional "Extraction: Tygo" yang dibintangi oleh pesohor dunia, Lisa BLACKPINK.

Penutupan sementara ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh, terhitung sejak 31 Januari hingga 7 Februari 2026 mendatang.

Di tengah kesunyian itu, terlihat Pak Oyon, seorang pedagang sate padang, yang sibuk merapikan lidi-lidi sate di sudut area yang kosong dari aktivitas pembeli.

Meskipun terlihat pasrah, raut wajah pria paruh baya tersebut tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran soal kelangsungan dapur keluarganya selama kawasan itu menjadi "milik" kru film.

Ia mengaku sudah mendapatkan sosialisasi terkait pengosongan lahan melalui pertemuan yang digelar oleh pihak kecamatan sebelumnya.

"Udah diinfo, di kecamatan sana, dikumpul-kumpulin," kata Pak Oyon.

Sebagai gantinya, para pedagang yang terdampak menerima uang kompensasi dari Pemprov DKI Jakarta sebagai pengganti penghasilan yang hilang.

Baca Juga: Film Baru Lisa BLACKPINK Bikin Jalan di Tangerang Ditutup, Warga Mengeluh

Pak Oyon membeberkan bahwa besaran nominal yang diterima para pedagang tidaklah seragam, melainkan bervariasi tergantung pada jenis usaha yang mereka jalankan.

Untuk usahanya sendiri, ia memperkirakan akan menerima dana kompensasi di kisaran ratusan ribu rupiah untuk masa penutupan selama satu minggu tersebut.

"Ya ada yang Rp300 ribu, ada yang Rp400 ribu. Buat seminggu itu," beber Pak Oyon.

Bagi Pak Oyon, meski nominal tersebut terasa tipis untuk menutupi kebutuhan makan harian anggota keluarganya, ia tetap menganggapnya sebagai bantuan tambahan yang harus disyukuri.

Lisa BLACKPINK (Instagram/lalalalisa_m)

Ia menghitung secara rinci bahwa pengeluaran untuk makan harian di Jakarta cukup berat jika tidak diimbangi dengan pemasukan yang stabil dari berdagang.

"Makan sehari-hari yang berat. Sekali makan pagi, makan siang, makan sore. Kalau yang paling murahnya aja Rp12 ribu, kalau tiga kali udah Rp36 ribu. Kali lima berapa duit? Nggak cukup," keluh Pak Oyon, yang masih menghidupi tiga anak dan istrinya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ramalan Zodiak Minggu Ini, 2-8 Februari 2026
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Warga Protes Proyek Lapangan Padel di Kebayoran Lama, Dianggap Bising dan Berbahaya
• 15 jam lalukompas.com
thumb
14 Tips agar tidak Mabuk Perjalanan
• 8 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Rusia Tambah Kuota Beasiswa bagi Pelajar Indonesia Jadi 300
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Viral Karyawan Toko di Pasar Minggu Dikeroyok, Polisi Buru 7 Pelaku
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.