BPK dan Swiss Perkuat Akuntabilitas Publik

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews-Jakarta

Kerja sama lima tahun ini fokus pada transparansi keuangan dan dukungan aksesi OECD Indonesia.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI resmi menjalin kemitraan strategis dengan Sekretariat Negara Urusan Ekonomi Konfederasi Swiss (SECO) guna memperkokoh tata kelola keuangan negara. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) yang berlangsung di Kantor Pusat BPK, Jakarta, Senin 2 Februari 2026.

Kesepakatan ini ditandatangani langsung oleh Ketua BPK, Isma Yatun, bersama Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Olivier Zehnder. 

Kolaborasi tersebut diproyeksikan berjalan selama lima tahun ke depan dengan fokus utama pada penguatan integritas lembaga pemeriksa dan efisiensi pengelolaan fiskal.

Mendorong Standar Internasional dan OECD

Kemitraan ini bukan sekadar pertukaran teknis, melainkan bagian dari visi besar Indonesia dalam menyelaraskan tata kelola nasional dengan standar global. 

Isma Yatun menegaskan bahwa kolaborasi ini akan menjadi mesin penggerak bagi kapasitas internal BPK, baik dari sisi kelembagaan maupun kualitas sumber daya manusia.

"Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan peran BPK dalam ekosistem akuntabilitas fiskal, baik di level nasional maupun internasional," ujar Isma Yatun dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sinergi ini merupakan langkah konkret untuk mendukung proses aksesi Indonesia menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Melalui standar yang lebih ketat, diharapkan terjadi transformasi menyeluruh pada aspek ekonomi, sosial, dan tata kelola pemerintahan.

Fokus Strategis dan Pelibatan Publik

Ruang lingkup kerja sama antara Jakarta dan Bern ini mencakup tiga pilar utama:

1.     Manajemen Strategis : Optimalisasi pengembangan kapasitas dan penguatan struktur kelembagaan BPK.

2.     Partisipasi Masyarakat : Meningkatkan akuntabilitas sektor publik dengan melibatkan peran aktif warga.

3.     Pertukaran Pengetahuan: Transfer keahlian dan studi komparatif mengenai audit sektor publik antara Indonesia dan Swiss.

Dalam operasionalnya, BPK dan SECO akan didampingi oleh lembaga pelaksana internasional yang kredibel, termasuk International Development Initiative (IDI) dan International Budget Partnership (IBP).

Penandatanganan ini menegaskan komitmen BPK dalam memperluas jejaring internasional demi menciptakan reformasi birokrasi yang berkelanjutan. Dengan transparansi yang lebih baik, hasil dari pemeriksaan keuangan diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat luas.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BPS Catat AS Jadi Penyumbang Surplus Terbesar Neraca Dagang RI Sepanjang 2025
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Tekan Suara Terbuang, Pakar: Ambang Batas Fraksi Lebih Adil
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pembiayaan Kendaraan Listrik Adira Finance Sentuh Rp750 Miliar
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Istana: Bismillah, IHSG Hari Ini Naik
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Wakapolda Jatim Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026
• 4 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.