Tangis Nenek Saudah Pecah Saat Minta DPR Pulihkan Statusnya di Masyarakat

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Nenek Saudah tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan permohonannya kepada anggota DPR dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Komisi XIII DPR RI, Senin (2/2/2026).

Korban penganiayaan penambang tambang ilegal itu meminta agar status sosialnya di masyarakat dipulihkan.

Saudah membuka penyampaiannya dengan ucapan terima kasih atas perhatian berbagai pihak terhadap kasus yang menimpanya.

Dia tak menyangka peristiwa penganiayaan tersebut membawanya hingga ke gedung DPR RI.

Baca juga: Aparat Didesak Usut Tambang Ilegal di Sumbar Imbas Kasus Penganiayaan Nenek Saudah

“Saya sebagai korban yang bernama Saudah berterima kasih atas kepedulian kalian semua, tiada kusangka begini atas kejadian ini yang akan sampai saya ke sini,” kata Saudah, sambil menangis, Senin.

Di hadapan pimpinan dan anggota Komisi XIII DPR RI, Saudah kemudian menyampaikan permohonan utama yang ingin disampaikan.

Dia meminta agar DPR membantu memulihkan kembali posisinya di tengah masyarakat yang disebutnya berubah setelah peristiwa penganiayaan itu terjadi.

“Mendengar semua yang ibu katakan, bapak katakan semua saya berterima kasih sebanyak-banyaknya, tapi tolonglah kemasyarakatanku maka pulih sebaik-baiknya,” kata Saudah.

Saudah menutup penyampaiannya dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir.

Dia kembali menangis sembari menyeka air mata dengan tisu sebelum mengakhiri pernyataannya.

“Hanya sekian yang dapat saya bicarakan terima kasih atas kalian semua yang menyayangi saya,” ucap dia.

Baca juga: Anggota DPR Desak Polisi Usut Pelaku Lain di Balik Penganiayaan Nenek Saudah: Tak Mungkin Satu Orang

Setelah Saudah menyampaikan pernyataannya, perwakilan keluarga korban melanjutkan dengan menyoroti proses penegakan hukum atas kasus penganiayaan tersebut.

Keluarga mempertanyakan penetapan tersangka yang dinilai belum mencerminkan kondisi di lapangan.

“Hanya kami ingin memperkuat saja pak pimpinan, yang pertama kalau memang tersangkanya satu orang tidaklah mungkin rasanya separah ini ibunda kami,” ujar perwakilan keluarga.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Keluarga juga menyinggung adanya dugaan keterlibatan lebih dari satu pelaku, mengingat korban disebut sempat diseret dan dibuang ke seberang sungai.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ingatkan Pemimpin Indonesia, Presiden Prabowo: Sejarah Jangan Pernah Dilupakan
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Presiden Prabowo Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul Hari Ini
• 10 jam laludisway.id
thumb
4,5 Jam Bertemu Prabowo, Abraham Samad Ngaku Bahas Penguatan KPK
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Ivan Gunawan Prive Hadirkan “Light of Andalusia” di Garis Poetih, Tafsir Baru Busana Raya yang Mewah dan Memahami Perempuan
• 1 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Thaipusam 2026 Berlangsung Khidmat, Rico Waas Tegaskan Komitmen Jaga Harmoni Keberagaman
• 11 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.