Nilai Tukar Petani Turun 1,40 Persen Jadi 123,60 di Januari 2026

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono menyampaikan, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Januari 2026 mencapai 123,60, atau turun 1,40 persen dibanding Desember 2025.

"Penurunan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) turun sebesar 1,85 persen, lebih dalam dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang mengalami penurunan sebesar 0,45 persen," kata Ateng dalam telekonferensi pers, Senin, 2 Februari 2026.

Baca Juga :
Cara Bayer Perkuat Ketahanan Pangan RI, Dukung Petani Tingkatkan Hasil Panen Jagung di Jateng
PKB Minta Pemerintah Gerak Cepat Atasi Banjir di Wilayah Lumbung Pangan: Petani Itu Pahlawan Kita

Selain itu, BPS juga mencatat terjadinya kenaikan rata-rata harga beras baik di tingkat penggilingan, grosir, maupun eceran, masing-masing 0,75 persen, 0,40 persen dan 0,16 persen secara month-to-month (mtm).

"Kondisi ini sama seperti bulan sebelumnya, dimana terjadi kenaikan harga di setiap rantai pasok," ujarnya.

Sebelumnya, Ateng juga menjelaskan bahwa produksi beras sepanjang tahun 2025 mencapai 34,69 juta ton, atau naik 13,29 persen dari tahun 2024.

Dia juga memperkirakan bahwa produksi beras pada Januari-Maret 2026 bakal mencapai sebesar 10,16 juta ton beras, atau naik sebesar 15,79 persen.

"BPS mencatat produksi beras sepanjang tahun 2025 mencapai 34,69 juta ton, atau naik 13,29 persen dari tahun 2024," kata Ateng 

Dia merinci, realisasi luas panen padi pada bulan Desember 2025 tercatat mencapai 0,44 juta hektare (ha), atau naik 22,29 persen dibanding Desember 2024 (0,36 juta hektare). Dengan demikian tercatat bahwa luas panen padi sepanjang tahun 2025 mencapai 11,32 juta ha, atau naik 12,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kenaikan luas panen ini diikuti pula oleh peningkatan produksi padi, yang pada Desember 2025 mencapai 2,44 juta ton GKG atau naik 22,23 persen dibandingkan Desember 2024," ujar Ateng.

"Dengan demikian, produksi padi tahun 2025 mencapai 60,21 juta ton GKG, atau naik 13,29 persen dibandingkan tahun 2024," ujarnya.

Baca Juga :
Pastikan Pupuk Murah untuk Petani, Wamentan Sudaryono ke Aljazair Amankan Bahan Baku
Strategi MANU Bikin Lahan Tidur Jadi Ekosistem Pertanian yang Berkelanjutan
Strategi MANU Bikin Lahan Tidur Jadi Ekosistem Pertanian yang Berkelanjutan

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mensesneg: Kita Prihatin Masih Terjadi Serangan Israel ke Gaza
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Digitalisasi Layanan JKN di Sultra Mulai Merata di Sejumlah Fasilitas Kesehatan
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Hyundai dan Kia Kembangkan Vision Pulse, Teknologi Baru Deteksi Blind Spot Berbasis UWB
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Prabowo Targetkan Sulap 12 Juta Kampung Nelayan, Genjot Pendapatan Naik 60%
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Gen Z Desak Gubernur Jatim Serius Tangani Pencemaran Sungai Brantas
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.