Pemerintah Spanyol baru-baru ini mengumumkan akan memberikan status legal kepada sekitar 500 ribu warga asing tanpa dokumen. Para pemohon pun mengantri panjang; di jalanan Barcelona terlihat banyak imigran berbaris untuk mengambil dokumen terkait.
EtIndonesia. Pemerintahan kiri yang dipimpin Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez pada 27 Januari mengumumkan akan menerima sekitar 500 ribu imigran tanpa dokumen, memberikan mereka izin tinggal legal hingga maksimal satu tahun, serta membuka akses izin kerja. Kebijakan ini akan disahkan dalam bentuk dekret kerajaan, tanpa perlu pemungutan suara di parlemen.
Menurut perkiraan pemerintah, kebijakan baru ini akan menguntungkan lebih dari 500 ribu orang. Ini akan menjadi program regularisasi status imigran berskala nasional pertama di Spanyol sejak tahun 2005.
Harian Daily Mail melaporkan pada 30 Januari bahwa ratusan pemohon (sebagian besar laki-laki) mengantre di luar Konsulat Pakistan di pusat kota Barcelona untuk mengajukan “surat keterangan tidak memiliki catatan kriminal”, yang merupakan salah satu dokumen wajib dalam program legalisasi status imigrasi tersebut.
Para pemohon harus tinggal di Spanyol sebelum 31 Desember 2025 dan dapat membuktikan tinggal secara terus-menerus setidaknya selama lima bulan, serta tidak memiliki catatan kejahatan serius. Dokumen yang dapat digunakan sebagai bukti tempat tinggal antara lain surat pendaftaran kependudukan kota, hasil pemeriksaan atau catatan medis, tagihan air dan listrik, kontrak sewa, bukti pengiriman uang, serta tiket transportasi.
Periode pengajuan permohonan dibuka dari awal April hingga 30 Juni tahun ini. Setelah permohonan diajukan, seluruh proses deportasi atau perintah pengusiran yang dimulai karena alasan administratif atau pekerjaan tanpa izin akan otomatis ditangguhkan.
Jika permohonan disetujui, pemohon akan terlebih dahulu memperoleh izin tinggal sementara selama satu tahun, dapat bekerja secara legal, serta menikmati hak-hak sosial dasar termasuk jaminan kesehatan. Setelah masa izin tinggal berakhir, perpanjangan dapat diajukan sesuai dengan peraturan imigrasi yang berlaku.
Menteri Inklusi Sosial dan Urusan Migrasi, Elma Sáiz, menyatakan bahwa sejak tanggal pengajuan permohonan, hasil penanganan dapat diperoleh paling lambat dalam waktu 15 hari. Setelah disetujui, pemohon dapat bekerja secara legal di wilayah mana pun dan di sektor apa pun di seluruh Spanyol.
Sánchez berpendapat bahwa imigran sangat penting bagi perekonomian Spanyol. Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Spanyol mencapai 2,8%, tidak hanya lebih dari dua kali lipat rata-rata perkiraan zona euro, tetapi juga menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga kerja masih terus ada.
Namun, kebijakan ini juga memicu penentangan keras. Pemimpin partai sayap kanan Vox, Santiago Abascal, menuduh Sánchez “membenci orang Spanyol” dan menyebut kebijakan ini sebagai upaya “mempercepat sebuah invasi”.
Partai oposisi utama Spanyol, Partai Rakyat (PP), bersama Vox mengecam pemerintah, dengan alasan kebijakan ini akan mendorong masuknya lebih banyak imigran ilegal. Vox menyatakan akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung untuk mencoba menghentikan kebijakan tersebut. (Hui)
Reporter: Luo Tingting, laporan gabungan / Editor Wen Hui


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4890948/original/095825900_1720887428-Timnas_Indonesia_-_Ilustrasi_Logo_Timnas_Indonesia_dan_Timnas_Day_copy.jpg)


/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2026%2F02%2F02%2F151f7a32-0ed2-4087-b5f2-61358e378830_jpeg.jpg)