Harga batu bara acuan (HBA) dengan kalori tertinggi pada periode pertama Februari 2026 mencapai US$ 106,11 per ton. Angka ini naik US$ 2,08 per ton dibandingkan periode kedua Januari 2026 sebanyak US$ 104,03 per ton.
Selama tiga periode terakhir atau sejak awal Januari tahun ini, HBA terus naik meski tidak dalam jumlah besar. Ketua Badan Kejuruan Pertambangan Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII) Rizal Kasli mengatakan, kenaikan ini disebabkan adanya isu pemangkasan kuota produksi batu bara Indonesia.
Seperti yang diketahui, Indonesia merupakan eksportir batu bara terbesar di dunia. Menurutnya, keputusan pemerintah yang memangkas produksi akan menyebabkan harga ikut terkerek.
“Namun, hal ini diperkirakan hanya akan berlangsung selama dua bulan mendatang atau sampai akhir Maret 2026. Pasar menunggu keputusan pasti dari pemerintah berapa kuota produksi yang diizinkan untuk produksi tahun ini,” kata Rizal kepada Katadata.co.id, Senin (2/2).
Dia menyebut pasar batu bara akan kembali stabil setelah setelah pemerintah menetapkan jumlah produksi secara nasional. Kebijakan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi kelebihan pasokan.
Tidak hanya harga komoditas, pemangkasan ini juga berpeluang mengerek jumlah pendapatan negara bukan pajak (PNBP) berupa royalti. Hal ini membuat negara akan mengantongi pendapatan yang lebih besar.
Kendati demikian, Rizal mengatakan pemangkasan kuota produksi juga berdampak pada tenaga kerja di sektor pertambangan. Pemilik tambang dan kontraktor akan melakukan penyesuaian terhadap tenaga kerja mereka sebab adanya pemotongan produksi.
“Kemungkinan bisa terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) apabila pengaruh pada produksinya sangat signifikan. Diharapkan pengurangan kuota produksi bisa merata kepada semua perusahaan, sehingga semua merasakan hal yang sama dan tidak timpang,” ujarnya.
Selain pemangkasan produksi, Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan Bisman Bakhtiar mengatakan, naiknya HBA juga dipicu oleh kombinasi beberapa faktor. Misalnya, peningkatan permintaan karena musim dingin di bumi bagian utara, penyesuaian pasokan global, hingga sentimen kehati-hatian produsen.
Berbeda dengan Rizal, menurut Bisman tren kenaikan HBA akan berlanjut hingga semester 1 2026. Apalagi jika disiplin produksi dan permintaan regional tetap terjaga, maka kenaikan harga akan lebih pasti.
“Walau memang pergerakannya relatif rentan karena sangat sensitif terhadap kebijakan energi negara importir, fluktuasi ekonomi global, dan potensi koreksi jika pasokan kembali longgar,” ucap Bisman kepada Katadata.
Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 47.K/MB.01/MEM.B/2026, harga batu bara acuan dibedakan menjadi empat golongan:
- HBA dengan nilai kalor 6.322 kilo kalori (kcal) per kilogram (kg) GAR mencapai US$ 106,11 per ton. Naik US$ 2,08 per ton dibandingkan periode kedua Januari 2026 sebanyak US$ 104,03 per ton.
- HBA I dengan nilai kalor 5.300 kcal per kg GAR naik dari US$ 71,61 per ton menjadi US$ 73,96 per ton.
- HBA II dengan nilai kalor 4.100 kcal per kg GAR turun tipis dari US$ 48,39 per ton menjadi US$ 48,21 per ton.
- HBA III dengan nilai kalor 3.400 kcal per kg GAR naik dari US$ 35,38 per ton menjadi US$ 35,83 per ton.
Batu bara dengan nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR, digunakan sebagai acuan harga jual untuk kebutuhan penyediaan listrik dan bahan bakar industri, kecuali untuk industri pengolahan dan pemurnian mineral logam.
Harga Mineral AcuanMenteri ESDM juga menetapkan harga mineral acuan berbagai komoditas mineral sebagai patokan periode pertama Februari 2026. HMA nikel dipatok US$ 17.774 per metrik ton kering (dmt). Kemudian kobalt US$ 55.537 per dmt dan timbal US$ 2.004,90 per dmt.
Berikut Daftar HMA komoditas lainnya:
- Seng: US$ 3.180,40 per dmt
- Aluminium: US$ 3.138,53 per dmt
- Tembaga: US$ 13.060,87 per dmt
- Emas sebagai mineral ikutan: US$ 4.628,79 per troy ounce
- Perak sebagai mineral ikutan: US$ 86,99 per troy ounce
- Ingot timah Pb 300: settlement price ICDX dan JFX pada hari penjualan
- Ingot timah Pb 200: settlement price ICDX dan JFX pada hari penjualan
- Ingot timah Pb 100: settlement price ICDX dan JFX pada hari penjualan
- Ingot timah Pb 050: settlement price ICDX dan JFX pada hari penjualan
- Ingot timah 4NINE: settlement price ICDX dan JFX pada hari penjualan
- Logam emas: LBMA Gold PM Fix pada hari penjualan
- Logam perak: LBMA Silver Fix pada hari penjualan
- Mangan: US$ 3,48 per dmt
- Bijih besi laterit/hematit/magnetit: US$ 1,56 per dmt
- Bijih krom: US$ 6,37 per dmt
- Konsentrat titanium: US$ 8,76 per dmt
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5455989/original/043926200_1766755570-Mobilitas__masyarakat_memakai_kereta_api_saat_libur_Nataru-1.jpeg)

