Penulis: Mukhriandi
TVRINews, Jambi
Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Bungo menargetkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat dibangun dan beroperasi penuh pada pertengahan tahun 2026.
Pembangunan dapur SPPG untuk mendukung pelaksanaan program MBG terus dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini, delapan dapur SPPG telah berdiri dan beroperasi dari total 37 dapur yang direncanakan. Sementara itu, 29 dapur lainnya masih dalam tahap perencanaan dan pembangunan, termasuk di wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T).
Ketua Satgas MBG Kabupaten Bungo, Tri Wahyu Hidayat, mengatakan percepatan pembangunan dapur SPPG membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang solid. Seluruh perangkat daerah diminta mendukung percepatan, khususnya dalam hal perizinan dan administrasi.
“Kami mendorong sinergi seluruh perangkat daerah untuk mempermudah proses perizinan dan administrasi, mulai dari kelayakan dapur oleh Dinas Kesehatan hingga perizinan dari Badan Gizi Nasional,” ujar Tri Wahyu Hidayat.
Ia menegaskan, pemenuhan standar operasional menjadi hal utama agar seluruh dapur SPPG dapat beroperasi secara optimal dan aman.
Program Makan Bergizi Gratis memiliki cakupan sasaran yang luas, tidak hanya menyasar siswa sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta kelompok masyarakat rentan gizi lainnya.
Setiap dapur SPPG dirancang untuk melayani sekitar 2.000 hingga 3.000 penerima manfaat. Penentuan lokasi dapur dilakukan berdasarkan data kebutuhan dengan radius maksimal enam kilometer atau waktu tempuh paling lama 30 menit menuju lokasi sasaran.
Pemerintah Kabupaten Bungo memastikan komitmennya untuk menuntaskan seluruh pembangunan dapur SPPG sesuai target.
Diharapkan, pada Juni 2026, seluruh dapur MBG di Kabupaten Bungo telah selesai dibangun dan beroperasi penuh, sehingga manfaat program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Editor: Redaktur TVRINews





