Anindya Ungkap Permintaan China soal Pertemuan ABAC 2026

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – China disebut-sebut meminta Indonesia menjadi tuan rumah untuk pertemuan pertama Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Business Advisory Council atau ABAC 2026.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mengungkapkan bahwa pihaknya memanfaatkan momentum tersebut untuk menjalin relasi dan mempromosikan perdagangan, menarik serta mempromosikan investasi. Kemudian, mempromosikan konsep-konsep seperti inklusi keuangan (financial inclusion), integrasi perekonomian regional (regional economic integration) dan keberlanjutan.

Baca Juga :
Dorong Pasar Modal RI Stabil dan Kredibel di Mata Internasional, Kadin Minta Pengusaha Fokus pada Fundamental
Prabowo Siapkan 34 Proyek Waste to Energy Demi Atasi Persoalan Sampah

"ABAC pertama ini permintaan khusus dari China, terdapat empat pertemuan dengan pertemuan keempat sebagai puncaknya di Shenzhen, China. (China) meminta khusus Indonesia untuk menjadi tuan rumah karena ini merupakan agenda setting. Mereka merasa nyaman dengan Indonesia untuk bisa menyeimbangkan dan bisa set the tone buat ke depannya. Jadi kita terima dengan baik kehormatan ini," ujar Anindya di Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.

Dia mengatakan, APEC Business Advisory Council (ABAC) dibentuk oleh para Pemimpin Ekonomi APEC pada November 1995 untuk memberikan perspektif dunia usaha mengenai bidang-bidang kerja sama spesifik kepada para pemimpin, menteri dan pejabat senior APEC.

"Inilah hal-hal yang kita ingin manfaatkan dalam pertemuan ABAC pertama ini. Kita juga mengundang mitra kita yaitu pemerintah untuk memanfaatkan hal tersebut," katanya.

Diketahui, ABAC merupakan satu-satunya entitas non-pemerintah yang memiliki peran resmi dalam APEC Economic Leaders Meeting melalui dialog formal. Pertemuan ABAC pada tahun ini terdiri dari empat pertemuan di mana Indonesia menjadi tuan rumah untuk pertemuan pertama yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 7-9 Februari 2026.

Kemudian Meksiko sebagai tuan rumah untuk pertemuan kedua yang akan digelar pada 22-25 April di Mexico City, lalu Thailand sebagai tuan rumah untuk pertemuan ketiga yang akan diselenggarakan di Pattaya pada 7-10 Juli, dan China sebagai tuan rumah untuk pertemuan keempat di Shenzhen pada 14-16 November 2026.

Sebagai informasi, Kadin Indonesia mendorong pemanfaatan pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Business Advisory Council (ABAC) sebagai momentum strategis untuk memperkuat dan memperluas perdagangan Indonesia dengan berbagai negara mitra.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan rencana pelaksanaan ABAC Meeting I di Jakarta pada 7–9 Februari 2026. Forum ini dinilai memiliki nilai strategis karena akan dihadiri perwakilan dunia usaha dari 21 negara anggota APEC.

Baca Juga :
Umumkan Ada 18 Proyek Hilirisasi Siap Dibangun Senilai Rp 618 T, Prabowo Sebut Tak Lagi ke Luar Neger Cari Investasi
Kadin Gandeng SCMP Perluas Peluang Kerja sama Investasi dan Perdagangan dengan China
Harga Bitcoin Terkoreksi Tertekan Keputusan The Fed, Indodax: Cerminkan Penyesuaian Pasar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Buron Sejak 2025, Riza Chalid Masuk Red Notice Interpol Terkait Kasus Korupsi Pertamina
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Termurah Rp1,56 Juta, Simak Daftar Harga Emas Pegadaian pada 2 Februari 2026
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Prabowo: Negara Besar Melanggar Demokrasi, HAM, Rule of Law!
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Analis: 8 Agenda Reformasi OJK Perkuat Integritas Pasar Modal RI
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Pelita Jaya Kudeta Puncak Klasemen Usai Tundukkan Satria Muda di Bandung
• 20 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.