- Saksi Chairul Fadhly Harahap mengaku pernah ditawari Ladies Companion oleh Irvian Bobby Mahendro di sidang tipikor.
- Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer didakwa terima gratifikasi Rp3,3 Miliar dan motor Ducati Scrambler.
- Noel dan rekan-rekan didakwa memeras pemohon sertifikat K3 senilai total Rp6,5 Miliar di Kemnaker.
Suara.com - Mantan Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker & K3) Chairul Fadhly Harahap mengaku pernah dijanjikan untuk ditemani ladies companion (LC) oleh Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 Irvian Bobby Mahendro yang disebut sebagai Sultan di Kemnaker.
Hal itu dia sampaikan saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi dalam pengurusan sertifikat K3 di Kementerian Ketenagakerjaan yang menjadikan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Immanuel Ebenezer alias Noel dan kawan-kawan sebagai terdakwa.
Awalnya, jaksa memaparkan sejumlah tawaran yang pernah disampaikan Irvian Bobby kepada Chairul seperti wisata ke Amerika Serikat dan Eropa, bermain motor trail di hutan, hingga naik haji atau umrah. Hal itu kemudian dikonfirmasi langsung oleh Chairul.
"Dia umroh, dia ajak saya. ‘Oh, saya enggak usah.’ Pada saat saya di Ses (Sesditjen Kemnaker). Terus main trail, saya enggak main trail," kata Chairul di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/2/2026).
Jaksa kemudian kembali bertanya soal tawaran lain yang pernah disampaikan Irvian kepada Chairul, termasuk soal tawaran menyediakan teman perempuan untuk berkaraoke atau Ladies Companion (LC).
"Terus pernah juga saudara dijanjikan untuk ditemani ladies companion (LC), pemandu lagu, LC juga ini, pak?" tanya jaksa.
"Pernah," jawab Chairul.
"Saudara terima?" lanjut jaksa.
"Tidak," timpal Chairul.
Baca Juga: Saksi Kasus Noel Ebenezer Ungkap Sultan Kemnaker Bantu Carikan LC
"Pertanyaan saya, apa alasan bapak menolak?" cecar jaksa.
"Ya, saya tidak tahu sumber duitnya," tandas Chairul.
Dalam perkara ini, Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel didakwa menerima gratifikasi sejumlah Rp 3,3 miliar (Rp3.365.000.000) dan satu unit sepeda motor Ducati Scrambler warna biru dongker.
“Terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan telah melakukan perbarengan beberapa tindak pidana yang harus dipandang sebagai tindak pidana yang berdiri sendiri,menerima gratifikasi yaitu terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan baik secara langsung maupun tidak langsung, telah menerima uang yang seluruhnyaberjumlah Rp3.365.000.000,00 dan barang berupa 1 unit sepeda motor Ducati Scrambler warna biru dongker, yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya yaitu berhubungan dengan jabatan terdakwa,” kata jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).
Uang dan sepeda motor diberikan itu diduga oleh ASN Kementerian Ketenagakerjaan dan pihak swasta.
Atas perbuatannya, Noel didakwa melanggar Pasal 12 B juncto Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 127 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).




