Pemerintah Bahas Studi Kelayakan Layanan Panggilan Darurat 112

okezone.com
18 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA –  Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 merupakan layanan strategis nasional yang berfungsi sebagai pintu masuk utama penanganan kejadian kedaruratan bagi masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya muncul berbagai tantangan.

Kompleksitas tersebut menuntut adanya perencanaan yang komprehensif, terintegrasi, dan berbasis kebutuhan nyata, agar pengembangan layanan 112 dapat berjalan efektif, berkelanjutan, dan selaras dengan kebijakan nasional.

“Untuk menjawab tantangan tersebut diperlukan penyusunan Feasibility Study (FS) Pembangunan Layanan Kedaruratan 112 Nasional sebagai dokumen acuan strategis dengan  hasil FGD ini sebagai salah satu acuannya,”ujar  Sekretaris Ditjen Bina Adwil Kemendagri, Sri Purwaningsih, Senin (2/2/2026).

Baca Juga :
Jaga Stabilitas Harga Pangan di Wilayah Bencana, BULOG dan Bapanas Dapat Apresiasi Mendagri

Sri berharap Dokumen FS ini dapat menjadi rujukan bersama dalam perencanaan, penganggaran, serta pelaksanaan pembangunan dan pengembangan layanan 112 secara bertahap.

“Dan terkoordinasi, sebagai bagian dari upaya penguatan sistem layanan publik dan keselamatan masyarakat,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Fasilitasi Perlindungan Masyarakat Penanggulangan Bencana, Agung Setio Utomo memaparkan progres penyusunan Rancangan Perpres Sistem Komunikasi Nasional Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana (Siskomnas PMPB) yang ditargetkan ditetapkan pada tahun 2026.

Baca Juga :
Mendagri Minta Tambah BKO 5.000 Personel TNI-Polri untuk Bersihkan Lumpur Pascabencana Sumatera

“Regulasi ini nantinya akan memandatkan integrasi nomor darurat lain (seperti 110,113,115) ke dalam layanan tunggal 112 secara bertahap,” ujarnya.

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Daftar Lengkap Pemenang Grammy Awards 2026
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Pandji Pragiwaksono Diperiksa Bareskrim soal Dugaan Penghinaan Adat Toraja
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Raker Komisi III DPR, Kepala PPATK Ungkap 43 Juta Laporan Masuk Sepanjang 2025
• 36 menit lalutvrinews.com
thumb
PIHPS: Harga cabai rawit merah Rp64.150/kg, telur ayam Rp31.450/kg
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Jateng Perdana 2026, Transaksi Tembus Rp3,15 T
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.