FAJAR, SEMARANG — PSIS Semarang resmi memperkenalkan Angel Alfredo Vera sebagai Direktur Teknik (Dirtek) anyar jelang bergulirnya putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/2026. Penunjukan ini menjadi langkah awal Mahesa Jenar untuk membenahi performa tim yang masih terseok di papan bawah.
Hingga putaran kedua berakhir, PSIS belum mampu keluar dari zona rawan degradasi. Mereka masih berkutat di peringkat bawah Grup Timur, kondisi yang memaksa manajemen melakukan pembenahan struktural—dimulai dari sektor teknis.
Asisten Manajer PSIS, Reza Handika, menyebut kehadiran Alfredo Vera diharapkan menjadi fondasi kuat bagi arah permainan tim ke depan, sekaligus menjadi penghubung strategis dengan pelatih kepala yang masih dalam tahap pencarian.
“Kami memperkenalkan Alfredo Vera sebagai Direktur Teknik PSIS. Dengan keputusan ini, kami berharap beliau bisa bersinergi dengan pelatih kepala yang akan segera kami tunjuk,” ujar Reza, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, kolaborasi antara Dirtek dan pelatih kepala sangat krusial untuk memastikan kesamaan filosofi, visi bermain, serta konsistensi pengembangan tim.
“Harapannya, kolaborasi ini bisa memantapkan performa tim dari segi filosofi dan visi bermain, sehingga PSIS mampu menampilkan sesuatu yang lebih positif pada putaran ketiga nanti,” tambahnya.
Pengalaman Panjang Alfredo Vera
Penunjukan Alfredo Vera bukan keputusan instan. Pria asal Argentina berusia 53 tahun itu dikenal sebagai salah satu pelatih asing yang kenyang pengalaman di sepak bola Indonesia.
Sebelum bergabung dengan PSIS, Alfredo Vera terakhir menjabat sebagai Direktur Teknik Madura United setelah sebelumnya sempat menjadi pelatih kepala klub tersebut pada Januari–November 2025.
Dalam perjalanan kariernya, Vera pernah menangani sejumlah klub lintas kasta, antara lain RANS FC (2024), Kelantan FC (2023), Persita Tangerang (2022–2023), Persipura Jayapura (2021–2022), hingga Persiba Balikpapan (2020–2021).
Reza berharap pengalaman tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi PSIS, khususnya dalam misi berat keluar dari ancaman degradasi.
“Dengan pengalamannya bersama banyak klub di Indonesia, kami berharap Alfredo Vera bisa membantu PSIS dari sisi teknis. Kehadirannya diharapkan mampu mengangkat performa tim,” ujar Reza.
Misi Lolos dari Zona Degradasi
Secara klasemen, PSIS masih menghadapi situasi genting. Mereka kini berada di peringkat ke-9 Grup Timur dengan 11 poin dari 18 pertandingan, terpaut tiga poin dari Persiba Balikpapan yang berada satu tingkat di atas zona degradasi.
Meski begitu, ada sinyal positif yang sempat muncul. Dari tujuh laga terakhir, PSIS mampu mencatatkan tiga kali nirbobol—catatan yang sebelumnya tak pernah mereka raih sebelum era Jafri Sastra.
Namun, inkonsistensi masih menjadi persoalan utama. Dalam tiga pertandingan terakhir, lini belakang Mahesa Jenar kembali rapuh dengan kebobolan enam gol, catatan yang menjadi pekerjaan rumah besar jelang putaran ketiga.
Dengan kompetisi yang kian ketat, PSIS dituntut bergerak cepat dan tepat. Penunjukan Alfredo Vera sebagai Dirtek menjadi awal, namun pertanyaan besar masih menggantung: siapa pelatih kepala yang akan memimpin Mahesa Jenar di medan krusial ini?
Putaran ketiga akan segera memberi jawabannya.





