JAKARTA, KOMPAS.com – Pembongkaran trotoar di Jalan Metro Pondok Indah, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang dilakukan tanpa izin, menggerus ruang aman bagi pejalan kaki.
Aktivis Koalisi Pejalan Kaki, Fahmi Saimima, menilai peristiwa tersebut menambah panjang persoalan trotoar di Jakarta yang kerap kehilangan fungsi dasarnya.
"Ini menambah derita panjang dari trotoar yang seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman pejalan kaki, dan menambah lagi akses trotoar sering kali terancam oleh berbagai tindakan yang melemahkan fungsi utamanya," ujar Fahmi, saat dihubungi Kompas.com, Senin (2/2/2026).
Baca juga: Trotoar di Pondok Indah Dibongkar Tanpa Izin, Koalisi Pejalan Kaki : Itu Pelanggaran!
Menurut Fahmi, peristiwa di Pondok Indah ini menambah daftar panjang persoalan trotoar di Jakarta.
Ruang yang seharusnya aman dan nyaman bagi pejalan kaki, justru kerap tergerus oleh berbagai kepentingan lain.
“Sebagai pejalan kaki, pembongkaran trotoar tanpa izin dengan alasan teknis atau apa pun, sudah bagian dari pelanggaran hak dasar atas fasilitas pejalan kaki,” ujar Fahmi.
Dibongkar tanpa izin
Sementara itu, Suku Dinas (Sudin) Bina Marga Jakarta Selatan sebelumnya memastikan pembongkaran trotoar itu dilakukan langsung oleh pemilik bangunan tanpa mengantongi izin.
“Yang membongkar pemilik bangunan, karena mereka sedang melakukan renovasi,” ujar Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal.
Pantauan Kompas.com di lokasi pada Rabu (28/1/2026) menunjukkan konblok trotoar dibongkar hingga menyisakan tanah dasar.
Baca juga: Trotoar di Pondok Indah Dibongkar secara Ilegal oleh Pemilik Rumah
Material konblok ditumpuk di sisi trotoar dan menutup akses pejalan kaki.
Aktivitas pembongkaran itu juga dilakukan tanpa pengamanan. Sisa galian dibiarkan terbuka, sementara kendaraan bermotor melintas tepat di sisi lokasi pekerjaan.
Seorang pekerja bahkan terlihat berdiri di atas meja kayu darurat yang diletakkan di atas trotoar untuk menjangkau dinding bangunan di tepi jalan.
Rifki mengaku belum mengetahui secara pasti tujuan pembongkaran trotoar tersebut.
Namun, pihaknya telah menghentikan pekerjaan setelah menerima laporan warga.