Legislator PDIP Kritik Bulog: Distribusi Lambat, Penyimpanan Jelek, Oplosan Merajalela

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ida Nurlaela Wiradinata, menyoroti kompleksnya persoalan yang masih membelit Perum Bulog. Mulai dari penyimpanan dan distribusi beras hingga tata kelola harga dinilai belum optimal, berpotensi menurunkan mutu beras dan berdampak pada masyarakat serta petani.

“Saya mewakili masyarakat yang ada di Indonesia tentang permasalahan utama di Bulog,” ujar Ida dalam keterangannya, Senin (2/2).

BACA JUGA: Anggap Ambang Batas Parlemen Dibutuhkan, Hasto PDIP: Demi Penguatan Presidensial

Ia menjelaskan bahwa masalah mendasar mencakup lemahnya sistem penyimpanan. “Jadi, Perum Bulog ini mencangkup ada kekurangan permasalahan dalam penyimpanan mutu beras, Pak. Di sini akan bersikot terhadap rusaknya mutu dan akibat penyimpanan stoknya terlalu lama,” katanya.

Ida juga menyoroti persoalan distribusi dan harga yang dinilai merugikan. “Kemudian juga distribusi waktu itu sangat terlambat, Pak. Masalah tata kelola harga juga mahal,” ujarnya.

BACA JUGA: Nilai Rupiah Tertekan Dolar AS, Hasto PDIP Singgung Soliditas Pemerintah

Tak hanya itu, ia mengungkap adanya dugaan praktik tak sehat. “Banyak juga ada praktik pengoblosan hingga dugaan markup, import, serta tantangan operasional seperti kurangan pengering kualitas dari beras yang SPHP-nya dianggap kurang pulun karena kekurangan kadar air,” jelas Ida.

Padahal, menurut Ida, peran Bulog sangat vital. “Bulog ini salah satu yang ditugaskan oleh negara untuk menjadikan kualitas produk beras yang ada di Indonesia ini berkualitas. Karena kita merupakan daerah agraris tropis,” tegasnya.

BACA JUGA: Ribka Tjiptaning: Perintah Megawati, PDIP Hadir dan Tangis Tertawa Bersama Rakyat

Ia mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap sektor pangan, namun menekankan bahwa persoalan tak bisa dilepaskan dari nasib petani.

“Yang hampir seluruhnya masalah Indonesia adalah para petani. Kami juga harus menyatakan bahwa petani jangan selalu merugi,” ujarnya.

Ida menegaskan bahwa Bulog seharusnya menjadi penopang kesejahteraan petani dan jembatan antara produksi dengan kebutuhan masyarakat. “Padahal dengan adanya Bulog ini juga mungkin bisa memberikan pernyataan kepada masyarakat bahwa dengan Bulog ini merupakan salah satu penyambung untuk kesejahteraan masyarakat petani,” pungkasnya. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemulangan Jenazah Korban TPPO Lancar, Keluarga Berterima Kasih kepada Bu Mega & PDIP


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Bakal Renovasi Pesantren dan Madrasah yang Terdampak Longsor di Cisarua
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Pabrik Baterai IBC-CATL di Karawang: Rampung Setahun, Siap Beroperasi Juni
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Cuaca Ekstrem Hantam Halmahera Timur, Puluhan Rumah Terendam hingga Perahu Nelayan Hilang
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Natalius Pigai : 80 Tahun Merdeka, Baru Kali Ini Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Termasuk Pengaruhi Nasib Jay Idzes, Ini 3 Transfer yang Akan Diselesaikan Juventus di Hari Ini
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.