Bisnis.com, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bakal mengganjar kartu kuning Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi penyebab kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan bahwa hal ini berkaitan dengan prosedur standar pengolahan makanan dalam dapur MBG tersebut.
“Untuk yang kita berikan kartu kuning itu karena dia mengambil bahan baku jadi dari luar, sehingga tidak terawasi cara masaknya. Dan kita akan berikan peringatan cukup keras akan hal tersebut,” kata Dadan kepada wartawan di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).
Lebih lanjut, dia menyebut bahwa BGN akan mengumumkan beberapa menu yang harus dihindari oleh beberapa SPPG, kendati tak menyebutkan detailnya.
Dadan menjelaskan bahwa hal ini berkaitan dengan lingkup penerima sajian tersebut. Menurutnya, beberapa menu terbilang aman ketika disajikan untuk kelompok kecil, tetapi memerlukan kontrol kualitas bilamana disajikan untuk kelompok besar.
“Supaya tidak terbentuk zat-zat yang berbahaya, seperti misalnya nitrosamin dengan kandungan-kandungan yang tinggi yang menyebabkan penerima manfaat mengalami kesakitan. Saya kira itu,” ujar entomologis atau ahli serangga IPB University ini.
Baca Juga
- Bos BGN Sebut Program MBG Dipantau NGO AS Rockefeller Foundation
- MBG Habiskan Rp19,5 Triliun Januari 2026, Prabowo Minta Kualitas Ditingkatkan
- Siswa Keracunan Proyek MBG di Kudus, Begini Penjelasan BGN
Terkait kasus keracunan terbaru di Kudus, Jawa Tengah, Dadan menyatakan meminta maaf kepada para penerima manfaat. Dia pun berjanji melakukan evaluasi atas insiden tersebut.
“Beberapa menu mungkin harus kita hindarkan supaya kejadian tidak terulang kembali. Dan saya kira kami akan membuat edaran supaya program makan bergizi bisa berjalan lebih aman,” pungkasnya.
Adapun, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa program MBG telah menjangkau 60 juta penerima manfaat dalam waktu sekitar satu tahun.
Eks Danjen Kopassus ini menyebutkan bahwa pelaksanaan MBG melampaui berbagai prediksi awal yang meragukan kemampuan pemerintah menjalankan program tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini, tadi malam saya cek kepala BGN. Kita sudah mencapai 60 juta penerima manfaat. Tidak ada yang menduga kita mampu,” kata Prabowo saat memberikan Taklimat Presiden dalam agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor.





