Jakarta,tvOnenews.com- Polemik penyanyi Indonesia, Denada dengan sang anak, Ressa semakin panas. Bahkan menarik dua artis papan atas.
- Kolase tvOnenews.com / YouTube Cumicumi / Instagram @denadaindonesia
Kedua artis ini dianggap "ikut campur" dalam persoalan Denada dengan anak kandungnya. Mereka rekan dekat yang kini disentil kuasa hukum Ressa.
Dalam keterangannya, Ronald menyinggung dua rekan Denada yaitu Irfan Hakim dan Iis Dahlia. Dia mengingatkan agar tidak ikut mencampuri urusan Resaa dengan ibunya.
Ronald merasa geram saat mendapatkan kabar dari Ressa yang merasa terintimidasi oleh perkataan Iis Dahlia.
“Saya geram, dia diam saja. Cuma dia WA ke saya. Tadinya mau saya terjang itu, ya Alhamdulillah Allah memberikan kesabaran ke saya. Biasanya nggak sabar saya,” ungkap Ronald Armada pada konferensi pers, Sabtu (31/1/2026).
- Kolase tvOnenews.com / Istimewa / Instagram @denadaindonesia / Cumicumi
Lebih lanjut, ia juga mengatakan kagum pada sosok Irfan Hakim. Sehingga meminta bisa lebih bijak.
"Hati-hati kepada teman-temannya, apalagi bang Irfan Hakim saya garis bawahi,” tegasnya.
“Saya kagum dengan jenengan karena berakhlak mulia dan beradab. Tolong agak sedikit adil. Jangan memberikan komentar dan ikut campur dalam urusan ini kalau tidak runtutan dari persoalan ini,” pesan Ronald.
Klarifikasi Irfan HakimSeperti diketahui sebelumnya, Irfan Hakim menyampaikan klarifikasinya atas tudingan atau isu miring soal dirinya di tengah kasus Denada.
Dia pun memberikan penjelasan, demg tujuan agar tidak disalahpahami oleh publik. Berikut pesannya disampaikan melalui unggahan Instagramnya.
"Gue tahu lo semua kecewa, kesannya, gue menormalisasikan tangguhan ibu-anak anak-ibu yang tidak jelas dan gue mendukung tentang hal itu. Itu kenapa bisa muncul? Karena adanya framing antara podcast di Densu dan tugas gue di program televisi ketika wawancara bang Hotman Paris. Itu tidak seperti yang dibayangkan," jelas Irfan Hakim.
Sebagaimana diketahui, kasus Denada dan Ressa mencuat setelah, adanya gugatan le Pengadilan Negeri Banyuwangi pada 26 November 2025.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5134493/original/097002400_1739616100-31083843-2e0d-4503-a4a1-38f2ba53a810.jpg)


