MADIUN (Realita) - Ketua Pengurus Kota Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Madiun, Rahma Noviarini, memberikan klarifikasi terkait penggeledahan rumahnya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi.
Di tengah beredarnya berbagai spekulasi dan opini publik mengenai dugaan aliran dana serta keterkaitan namanya dalam perkara tersebut, Rahma menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dan memilih bersikap terbuka dengan menghormati proses hukum yang tengah berjalan di KPK.
Penjelasan tersebut disampaikan Rahma saat ditemui wartawan di sela Turnamen Bulu Tangkis Dabo Battlefield I yang digelar di GOR Bulu Tangkis Wilis, Kota Madiun, Senin (2/2/2026) malam.
Dalam keterangannya, Rahma mengatakan bahwa dirinya menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada lembaga antirasuah. Ia berharap proses hukum dapat berjalan secara objektif dan transparan.
Menanggapi sorotan publik terkait dua unit mobil yang dikaitkan dengan kasus tersebut, Rahma menjelaskan bahwa kendaraan itu merupakan hasil pembelian pribadi dan tidak berkaitan dengan pihak mana pun.
“Mobil itu saya beli sendiri. Yang satu saya beli di Surabaya, dan yang satu lagi saya beli di Kota Madiun. Saya persilakan KPK untuk menyelidiki dan meneliti dari awal agar semuanya jelas,” ujarnya.
Lebih jauh, Rahma juga menyampaikan bahwa saat penggeledahan berlangsung, dirinya tidak berada di rumah.
“Waktu penggeledahan saya sedang berada di Malang, karena almarhum suami saya berasal dari sana. Saat saya kembali ke Madiun, proses penggeledahan sudah selesai,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, dalam penggeledahan tersebut, pihak KPK hanya membawa sejumlah dokumen dan berkas pribadi, tanpa menyita barang lain. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu atau opini yang berkembang di media sosial.
“Saya hormati sepenuhnya keputusan KPK dan mohon doa agar semuanya berjalan dengan baik. Saya berharap pemberitaan bisa berimbang agar opini tidak melebar ke mana-mana,” pungkas Rahma.yw
Editor : Redaksi



