Eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo Semprot Kapolri: Menantang Presiden dan Rusak Institusi Polri!

viva.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Ketegangan antar elite keamanan negara kembali mencuat ke ruang publik. Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo melontarkan kritik keras kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyusul pernyataan tegas Sigit yang menolak institusi Polri berada di bawah kementerian.

Dalam forum diskusi di Universitas Sangga Buana, Kamis 29 Januari 2026 lalu, Gatot secara terbuka menilai sikap Kapolri tidak pantas dan bahkan terkesan menantang otoritas Presiden sebagai atasan langsung Polri.

Baca Juga :
Penempatan Polri di Bawah Kementerian Berpotensi Buka Ruang Intervensi Politik Lebih Besar
Kakorlantas Minta Jajarannya Gaungkan Program Polantas Menyapa dan Melayani, Tak Mau Lagi Dengar Anggota Bersikap Arogan

Nada Gatot tidak main main. Ia menyebut pernyataan Kapolri sebagai bentuk pembangkangan konstitusional sekaligus berpotensi merusak institusi Polri dari dalam.

Jangan Anggap Presiden Boneka

Di hadapan peserta forum, Gatot melontarkan kritik tajam dengan diksi keras. Ia menilai tidak seharusnya seorang Kapolri berbicara seolah menantang keputusan Presiden.

"Gak ada apa-apanya kamu, dan dia sekarang presiden sekaligus kepala negara. Jangan dianggap boneka. Itu kurang ajar," kata Gatot dikutip YouTube Universitas Sangga Buana YPKP Official.

Menurutnya, posisi Polri secara hukum sudah jelas berada di bawah Presiden. Karena itu, sikap menolak opsi restrukturisasi kelembagaan dinilai sebagai tindakan melawan garis komando. Ia mengutip Undang Undang Polri tahun 2002 Pasal 8 ayat 1 yang menyebutkan Kepolisian Negara Republik Indonesia berada di bawah Presiden.

"Jelas kok atasannya ditantang. Itu kan gila," ujarnya.

Gatot juga menyoroti pernyataan Kapolri yang meminta seluruh jajaran memperjuangkan posisi Polri sampai daerah penghabisan. Bagi Gatot, kalimat tersebut berbahaya secara politik.

Ia menyebutnya sebagai bahasa konflik, tekanan kekuasaan, bahkan intimidasi yang tidak pantas keluar dari pimpinan lembaga penegak hukum.

"Ketika Kapolri menyampaikan akan pertahankan posisi institusinya sampai di daerah penghabisan dan menggerakkan semua jajarannya, alarm darurat demokrasi berbunyi keras," kata Gatot.

Ia memperingatkan, bila aparat merasa kebal dari kontrol sipil, bisa muncul fenomena negara dalam negara yang mengancam demokrasi.

Dinilai Berpotensi Rusak Soliditas

Menurut Gatot, polemik ini bukan sekadar soal jabatan, melainkan menyangkut disiplin konstitusi dan soliditas institusi keamanan negara. Ia mengaku prihatin terhadap polisi di lapangan yang bekerja keras, namun justru terdampak akibat pernyataan elite.

Baca Juga :
Polri Buka-bukaan Red Notice Riza Chalid Cuma Berlaku 5 Tahun Hingga Alasan Menerbitkannya Lama
Pieter Zulkifli: Pernyataan Kapolri Tolak Polri di Bawah Kementerian Ikhtiar Menjaga Demokrasi
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman: Narasi Polri di Bawah Kementerian Lemahkan Presiden Prabowo

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menteri PPPA Ungkap Fokus Utama Penguatan Perempuan dan Anak dalam Program MBG
• 11 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Mimpi Prabowo: Semua Rakyat Indonesia Makan Cukup, Sehat, Anak Sekolah Baik, Penghasilan Cukup
• 22 jam laludisway.id
thumb
Proyek Galian Bikin Macet Parah, Pengendara Bisa Terjebak Lebih dari Sejam di Veteran Raya
• 7 jam laludetik.com
thumb
Presiden Instruksikan Kepala Daerah Kerahkan Anak Sekolah Kerja Bakti Bersihkan Sampah
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pasokan Pangan Kuat, Bank Mandiri: Inflasi Awal Tahun Terkendali
• 5 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.