Bisnis.com, BOGOR — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan proses negosiasi antara Indonesia dan Amerika Serikat pada prinsipnya telah selesai. Saat ini, kedua negara hanya menyisakan tahap akhir berupa penyempurnaan dokumen hukum sebelum dilakukan penandatanganan resmi.
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga usai menghadiri taklimat Presiden Prabowo Subianto dalam agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).
“Negosiasi dengan Amerika seluruh pembicaraan sebetulnya sudah selesai. Tinggal fine tuning di legal drafting. Dan berikutnya tinggal menunggu jadwal yang akan ditentukan, jadwal bersama antara Bapak Presiden [Prabowo] dan Presiden Trump,” ujar Airlangga.
Meski proses pembicaraan telah rampung, Airlangga belum dapat membeberkan hasil konkret dari kesepakatan tersebut. Ia menegaskan masih terdapat kesepakatan kerahasiaan atau non-disclosure agreement (NDA) yang mengikat kedua belah pihak.
“Dapatnya? Belum. Nanti, belum. Kita masih ada Non-Disclosure Agreement. Baru di-disclose sesudah ditandatangani,” jelasnya.
Terkait jadwal pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Airlangga menyebut hingga kini belum ada tanggal pasti yang disepakati.
Baca Juga
- Petuah Crazy Rich Sandiaga Uno Tentang Investasi Emas
- 4 Wanita Terkaya Indonesia 2026 Versi Forbes, Pemilik Data Center hingga Tambang
- Inflasi Penyangga IKN Melonjak jadi 3,76% pada Januari 2026
“Belum, belum ada,” katanya singkat.
Airlangga juga menjelaskan alasan mundurnya jadwal pertemuan yang semula direncanakan berlangsung pada akhir Januari 2026 dan bergeser ke pertengahan Februari 2026. Menurutnya, perubahan tersebut dipengaruhi oleh dinamika agenda internasional yang berkembang.
“Ya karena ini kan kemarin dinamika, kemarin ada penandatanganan Board of Peace dan sebagainya. Ini kan menggeser berbagai kegiatan,” ujarnya.
Meski terjadi pergeseran agenda, Airlangga menegaskan Presiden Prabowo tetap aktif dalam berbagai forum dan komitmen internasional strategis, termasuk penandatanganan Board of Peace yang menjadi perhatian global.
“Tetapi kan kita lihat saja Board of Peace Pak Presiden juga tanda tangan,” pungkasnya.





