Wall Street ditutup menguat usai didorong oleh reli saham perusahaan chip dan emiten yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI).
Indeks saham AS yakni S&P 500 kembali menguat dan nyaris mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan.
Di saat yang sama, saham berkapitalisasi kecil mencatatkan kinerja lebih impresif dibandingkan indeks utama lainnya.
Mengutip Reuters pada Selasa (3/2), S&P 500 ditutup naik 0,54 persen ke level 6.976,44 poin, terpaut tipis dari rekor penutupan tertinggi sepanjang masa di 6.978,60. Nasdaq menguat 0,56 persen ke 23.592,11 poin, sementara Dow Jones Industrial Average melonjak 1,05 persen ke 49.407,66 poin.
Penguatan pasar dipimpin oleh saham-saham teknologi raksasa. Alphabet naik 1,9 persen dan mencetak rekor tertinggi baru, sementara Amazon menguat 1,5 persen.
Kedua perusahaan dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartalan pekan ini, yang dinilai krusial untuk melihat perkembangan persaingan di sektor AI.
Sektor semikonduktor juga mencuri perhatian. SanDisk melonjak tajam 15,4 persen, diikuti AMD yang naik 4 persen dan Micron Technology yang menguat 5,5 persen, seiring tingginya permintaan komponen pendukung teknologi AI.
Di sisi lain, indeks Russell 2000 yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil melonjak sekitar 1 persen dan telah naik lebih dari 6 persen sepanjang 2026, jauh melampaui kinerja S&P 500 yang baru naik sekitar 2 persen.
"Fundamentalnya bagus dan labanya kuat. Kami mendapat kejutan positif baik untuk pendapatan maupun laba, hampir di semua lini," ujar Senior portfolio strategist di Ingalls & Snyder, Tim Ghriskey.
Menurut data LSEG, analis kini memperkirakan laba perusahaan S&P 500 tumbuh hampir 11 persen pada kuartal Desember, meningkat dari estimasi sekitar 9 persen di awal Januari, dengan sektor teknologi menjadi pendorong utama.
Namun, tak semua saham bergerak positif. Walt Disney justru anjlok 7,4 persen meski mencatatkan laba di atas ekspektasi pasar.
Sentimen pasar juga didukung data ekonomi, setelah aktivitas manufaktur AS tumbuh untuk pertama kalinya dalam setahun pada Januari. Sementara itu, indeks volatilitas VIX turun ke level 16,5.





