Saat Prabowo Bicara soal Perang Dunia ke-3 hingga Masalah Sampah

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada para kepala daerah se-Indonesia dalam Rakor Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2). Banyak yang disampaikan Prabowo, termasuk arahan khusus dalam menghadapi kondisi ke depan.

Berikut rangkumannya:

Prabowo: Kalau Terjadi Perang Nuklir Tak Terlibat Juga Kena, Ikan Terkontaminasi

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahaya dari dampak apabila perang dunia ke-3 meletus. Salah satu yang dikhawatirkan adalah penggunaan senjata nuklir.

Ia mengatakan, dampak dari nuklir bisa sangat parah bahkan untuk negara-negara yang tidak terlibat dengan perang.

“Ada simulasi, kalau terjadi Perang Dunia Ketiga, nuklir, kita yang tidak terlibat saja pasti kena. Kita akan kena partikel-partikel radioaktif. Mungkin ikan-ikan kita nanti akan terkontaminasi semua,” kata Prabowo saat berikan taklimat dalam Rakornas 2026 di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor pada Senin (2/2).

Eks Menhan itu mengatakan, dari dampak nuklir itu juga akan berpengaruh luas hingga partikel nuklir menutup sinar matahari ke bumi.

Prabowo: Semua Risau Perang Dunia ke-3 Pecah

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kondisi global saat ini yang masih terdapat ketegangan di belahan-belahan dunia. Ia mengatakan negara-negara di dunia saat ini risau dengan kemungkinan pecahnya perang dunia ke-3.

Hal itu diungkapkan Prabowo saat memberi taklimat dalam acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor pada Senin (2/2).

“Saya baru pulang dari Eropa. Saya ketemu tokoh-tokoh dunia, saya hadir di Davos. Puluhan kepala negara hadir. Hampir semua, hampir semua merisaukan pecahnya Perang Dunia ke-3,” ujar Prabowo.

Selain kondisi geopolitik yang tak kunjung menentu, Prabowo mengungkapkan kondisi perubahan iklim juga menjadi tantangan bangsa-bangsa.

Oleh karena itu, ia menegaskan dalam kepemimpinannya, Indonesia harus menjadi negara yang bisa berdiri di atas kaki sendiri.

Prabowo Perintahkan Kementerian-Lembaga Bersihkan Lingkungan: Korve!

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memperhatikan betul masalah sampah dihadapi RI saat ini. Kini, Prabowo memerintahkan semua pihak untuk bergerak menangani sampah.

Bahkan, Prabowo meminta kementerian-lembaga untuk memulai gerakan dengan membersihkan sampah di sekitar lingkungan kantor sebelum memulai pekerjaan.

Hal tersebut Prabowo sampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2).

"Danantara, semua BUMN, ribuan anak buahnya korve!. Saya tidak mau lihat plastik atau sampah di sekitar kantor BUMN. Semua menteri K/L sebelum masuk kantor, minimal setengah jam, bersihkan lingkunganmu," kata Prabowo disambut seruan "siap" dari para peserta.

"Benar ya? Jangan siap, siap, siap," ujar Prabowo.

Korve merupakan istilah yang biasa dipakai di kalangan militer untuk menunjukkan kerja bersama membersihkan lingkungan. Dalam bahasa sehari-hari bisa disamakan dengan kerja bakti.

Prabowo Singgung Spanduk 'Ayam Goreng Pesan Satu Dapat Free': Kenapa Harus Besar

Presiden Prabowo Subianto menyoroti maraknya spanduk dan baliho iklan luar ruang yang dinilainya sudah berlebihan dan sangat mengganggu estetika sebuah kota.

Hal itu disampaikan Prabowo saat pidato di acara Rakornas Pemerintah Pusat-Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), pada Senin (2/2).

Dalam arahannya, Prabowo menyinggung pengalamannya saat berkunjung ke sejumlah daerah. Ia menilai banyak kota kini tampak seragam karena dipenuhi spanduk dan iklan berukuran besar.

"Terus terang saja saya minta kepada kepala pemerintah ya tolong tertibkan iklan-iklan, spanduk-spanduk terlalu banyak. Kalau saya ke Balikpapan dan saya ke Banjarmasin hampir tidak berbeda, spanduk-spanduk-spanduk. Kalau saya naik ke Hambalang, spanduk-spanduk-spanduk, ayam goreng pesan satu dapat satu free kenapa harus besar-besar sih," ujar Prabowo.

Prabowo menekankan pentingnya menjaga wajah kota, terutama di daerah tujuan wisata. Ia menilai wisatawan datang untuk menikmati keindahan alam dan kota, bukan deretan iklan.

"Turis datang enggak mau lihat spanduk, Bogor dulu kota paling indah, Bung Karno lebih senang di Bogor daripada di Jakarta. Dari dulu aku ingin tinggal di Bogor, akhirnya jadi Presiden ya tinggal di Bogor," katanya.

Ia kembali menegaskan agar penertiban dilakukan dengan cara yang baik melalui dialog dengan pelaku usaha dan asosiasi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tangan Kanan Mauricio Souza Resmi Jadi Staf Kepelatihan Timnas Indonesia, Pamit dari Persija Usai Dilirik John Herdman
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
DJKI Perkenalkan Layanan Konsultasi Kekayaan Intelektual Melalui Video Call
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Temui Menlu RI, Slowakia Cemas Dunia Bakal Hadapi Konflik Tertinggi Sejak PD II
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Pemkot Bandung Kaji Penamaan Taman Kota Berbasis Sejarah
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Isi Lengkap Email Epstein dan Elon Musk di Berkas DOJ: Pulau dan Pesta
• 1 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.