Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Jember, Mantan Sekdes Hanyut Terbawa Arus

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Banjir bandang menerjang dua kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Senin, 2 Februari 2026, malam. Banjir yang menerjang Kecamatan Panti dan Rambipuji itu mengakibatkan satu orang warga hanyut. 

"Satu korban bernama Pak Wahid yang juga mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Pakis terseret derasnya arus banjir bandang dan puluhan rumah terdampak," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edi Budi Susilo di kabupaten setempat, Selasa, 3 Februari 2026

Baca Juga :
Banjir Jakarta Meluas hingga 53 RT, Jaktim Wilayah Terbanyak Terdampak
39 RT di Jakarta Terendam Banjir, Terparah Capai 3,5 Meter di Jaktim dan Jaksel

Menurutnya hujan deras dengan intensitas sedang terjadi di daerah hulu Sungai Badean dan sekitar wilayah Desa Pakis, Kecamatan Panti, pada Senin pukul 14.00 WIB hingga menyebabkan kenaikan debit air sungai berwarna coklat dan berlumpur. 

"Pukul 19.40 WIB, banjir bandang dengan arus cukup deras membawa material lumpur, potongan bambu dan kayu meluap ke pemukiman, menggerus dapur rumah warga di bantaran sungai dan menghanyutkan salah satu warga di Desa Pakis," tuturnya. 

Ia mengatakan rumah yang terdampak banjir bandang di Desa Pakis, Kecamatan Panti sebanyak 30 rumah dengan ketinggian lumpur sekitar 20 centimeter (cm) dan sebagian rumah warga, dapurnya ambruk diterjang banjir bandang.

"Puluhan warga sempat mengungsi di salah satu rumah Pak Her di Desa Pakis, dan keluarga korban yang terseret arus banjir bandang juga mengungsi di rumah saudaranya," katanya.

Banjir bandang juga menerjang Dusun Tembelang di Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji yang menyebabkan dua rumah terendam banjir berlumpur dengan ketinggian sekitar 40 cm dan barongan bambu roboh melintang di aliran sungai. 

"Hari ini dilakukan gotong royong pembersihan rumah warga dan akses jalan yang terendam lumpur agar bisa dilalui oleh masyarakat, serta BPBD Jember meminta Dinas Sosial memberikan bantuan dan membuka dapur umum, serta Dinkes memberikan layanan kesehatan untuk warga terdampak banjir bandang," ujarnya. 

Edi menjelaskan Tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian korban hanyut yang terseret banjir bandang dan berharap korban segera ditemukan. (ant)

Baca Juga :
42 RT di Jakarta Masih Banjir Malam Ini, Ketinggian Capai 1,2 Meter
Nilai Klaim Asuransi Akibat Bencana Sumatera Tembus Rp1 Triliun
Ancaman Banjir Rob Intai Pesisir Jakarta hingga 3 Februari 2026

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
5 Jam Berlalu, Kebakaran di Rita Pasaraya Cilacap Belum Padam
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Rakornas 2026: Mendagri Tito Tegaskan Sinergi Pusat-Daerah Percepat Program Prioritas Presiden
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Prabowo Soroti Sampah Depan Kepala Daerah: Pariwisata Tak Akan Tumbuh jika Kota-Desa Jorok
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Klasemen Gelar BWF World Tour 2026 Usai Thailand Masters: China Terbanyak, Indonesia Nomor Berapa?
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Gugatan soal Kepastian Hukum Pernikahan Beda Agama Ditolak MK
• 7 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.