Meeting Mulai Ditinggalkan? Ini Tren Baru Perjalanan Bisnis

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Surabaya, VIVA – Perjalanan bisnis perlahan mengalami pergeseran makna. Jika dulu identik dengan agenda padat dan ruang rapat formal, kini pelaku perjalanan korporasi mulai mencari pengalaman pertemuan yang lebih fleksibel, interaktif, dan memberi ruang untuk koneksi antarpeserta. Seiring pulihnya sektor Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE), tren experience-driven meetings pun menguat di berbagai kota besar, termasuk Surabaya.

Surabaya Timur, yang berkembang sebagai kawasan industri dan bisnis, menjadi salah satu wilayah yang merasakan perubahan tersebut. Kebutuhan ruang pertemuan tidak lagi hanya soal kapasitas, tetapi juga suasana yang mampu menjaga fokus, memicu ide, dan memberi jeda yang menyenangkan di tengah agenda kerja. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Baca Juga :
Canggihnya Ruang Meeting Zaman Sekarang
Hadiri Sidang Forum Indonesia-Pasifik, Jokowi: Kemitraan Ini Penting untuk Hadapi Tantangan Global

Dalam konteks ini, konsep meeting mulai dipadukan dengan elemen perjalanan dan gaya hidup. Fasilitas standar seperti perangkat presentasi dan tata ruang fungsional tetap menjadi kebutuhan utama, namun penyelenggara acara kini juga mempertimbangkan aspek pengalaman—mulai dari desain ruang, alur acara, hingga cara peserta berinteraksi di luar sesi formal.

Salah satu pendekatan yang mulai banyak diterapkan adalah menghadirkan aktivitas kuliner interaktif di sela pertemuan. Bukan sekadar jamuan makan, proses memasak yang terbuka memberi suasana lebih santai dan menjadi titik temu informal antarpeserta. Interaksi semacam ini dinilai mampu mencairkan suasana sekaligus memperpanjang percakapan yang sebelumnya terjadi di ruang rapat.

“Di Aloft, kami percaya meeting seharusnya lebih dari sekadar ruangan dan agenda, tetapi menjadi pengalaman yang mendorong koneksi, kolaborasi, dan energi baru,” ujar Reza Aryawarman, Multi Property General Manager Aloft Surabaya Pakuwon City, dalam keterangannya, dikutip Rabu 3 Februari 2026. 

"Melalui konsep meeting interaktif ini, kami menghadirkan pendekatan Different by Design khas Aloft. Format meeting dirancang lebih dinamis, relevan, dan berkarakter lifestyle, sehingga setiap pertemuan terasa lebih hidup, engaging, dan bermakna bagi para pesertanya," sambungnya.

Dari sisi perjalanan, perubahan ini turut memengaruhi pilihan destinasi MICE. Akses yang dekat dengan kawasan industri, kemudahan mobilitas, serta lingkungan yang mendukung kegiatan bisnis menjadi pertimbangan utama. Ruang pertemuan dengan desain modern, area jeda yang luas, hingga elemen hiburan ringan kini dilihat sebagai bagian dari pengalaman perjalanan kerja yang utuh.

Baca Juga :
Anji: Perjalanan Saya ke Thailand Murni Perjalanan Bisnis dan Profesional
Indonesia, Switzerland Strengthen Employment Cooperation
Jokowi Met with the President of Fiji, Discussing 3 Important Issues

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Cs Bakal Ajukan 22 Saksi dan Ahli
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Diduga Abaikan Tren Kesejahteraan Hewan, Millennium Hotel Lewati Batas Waktu Komitmen Bebas Sangkar?
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Naik Kelas Jadi Persero, BSI Siap Dukung Langkah Strategis Pemerintah
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dubes Rusia dorong pelajar Indonesia kuliah di MGIMO
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Siswa SMA Kharisma Bangsa raih Cambridge Outstanding Learner Awards 
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.