CILEGON (Realita) — Insiden kemunculan asap pekat berwarna oranye di kawasan industri Merak, Kota Cilegon, memicu kepanikan warga dan sorotan publik.
Asap yang diduga berasal dari aktivitas PT Vopak Terminal Merak itu menyebabkan puluhan warga mengalami gangguan pernapasan, termasuk sesak napas dan iritasi, hingga harus mendapatkan perawatan medis di sejumlah klinik setempat.
Baca juga: Asap Tebal Selimuti Kawasan Industri PT Lotte di Cilegon, Ada Apa?
Pemerintah Kota Cilegon menyatakan telah melakukan penanganan awal dengan memantau kualitas udara serta berkoordinasi dengan instansi lingkungan hidup dan kesehatan.
Pemkot menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas, sembari menunggu hasil pemeriksaan lanjutan terkait sumber dan kandungan zat kimia yang terlepas ke udara.
Sementara itu, Komisi VII DPR RI secara tegas meminta pemerintah pusat dan daerah melakukan investigasi menyeluruh dan transparan. DPR menilai insiden ini tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa mengingat kawasan Merak merupakan zona industri kimia berisiko tinggi yang seharusnya memiliki standar keselamatan ketat.
Pihak PT Vopak menyatakan tengah melakukan penelusuran internal untuk memastikan penyebab munculnya asap oranye tersebut dan mengklaim telah menjalankan prosedur pengamanan. Namun, DPR menekankan bahwa klarifikasi perusahaan harus diuji melalui audit independen, termasuk evaluasi izin operasional dan sistem keselamatan lingkungan.
Hingga kini, aparat dan instansi terkait masih mendalami insiden tersebut. Warga diimbau segera melapor apabila mengalami keluhan kesehatan lanjutan, sementara pemerintah diminta memastikan kejadian serupa tidak terulang.tek
Editor : Redaksi




