Paradigma Baru Tata Kelola Pekerja Migran, Menteri Mukhtarudin Luncurkan Migrant Center UI dan Gandeng Dua Wali Kota

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menandai babak baru dalam sejarah perlindungan tenaga kerja Indonesia.

Di sela-sela perayaan Dies Natalis Universitas Indonesia (UI) ke-76 bertempat di Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok, 2 Februari 2026, Menteri Mukhtarudin meresmikan peluncuran Migrant Center UI sekaligus menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) empat pihak yang strategis.

BACA JUGA: Menteri Mukhtarudin dan Menteri Industri Sarawak Sepakati Pembentukan Task Force Percepatan Penempatan Pekerja Migran

?Sinergi besar ini melibatkan Kementerian P2MI, Universitas Indonesia, Pemerintah Kota Depok, dan Pemerintah Kota Sukabumi.

Kerja sama ini dirancang untuk membangun ekosistem penyediaan tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar global.

BACA JUGA: Gandeng Kapolri Perkuat Perlindungan Pekerja Migran, Menteri Mukhtarudin: Negara Hadir, Jalur Ilegal Akan Disikat

?Ekosistem Hulu ke Hilir

Menteri Mukhtarudin ?dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah perwujudan dari paradigma baru tata kelola pekerja migran.

BACA JUGA: Menteri P2MI Mengawal Pemenuhan Hak dan Klaim Asuransi Bagi Pekerja Migran di Korea Selatan

Fokus utamanya adalah transformasi dari tidak sekadar hanya menempatkan tenaga kerja tenaga kerja domestik (lower skill) tetapi juga pekerja migran indonesia yang midle - hight skill yang terlindungi secara menyeluruh.

?“Kita sedang membangun ekosistem dari hulu ke hilir. Melalui kemitraan dengan UI sebagai pusat keunggulan dan Pemerintah Kota Depok serta Sukabumi sebagai basis wilayah, kita memastikan setiap pekerja migran berangkat memiliki kompetensi dan pulang dengan kesejahteraan yang berkelanjutan," ujar Mukhtarudin.

Adapun poin-poin strategis kemitraan tersebut yakni menjadi pusat inovasi, riset, dan pusat pelatihan yang menjembatani standar akademik dengan kebutuhan industri global dan menjamin bahwa pekerja migran Indonesia memiliki sertifikasi dan keahlian yang diakui dunia internasional.

Mandat Presiden: Fokus pada Skill Workers

Menteri Mukhtarudin menegaskan kehadiran Migrant Center di kampus merupakan bukti nyata partisipasi aktif dunia pendidikan dalam memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar kerja internasional.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, kita sedang menjalankan pergeseran paradigma besar dalam tata kelola pekerja migran. Kita tidak lagi hanya menempatkan tenaga kerja, tetapi menyediakan skilled workers dengan kualifikasi medium-high skill. Inilah jalan menuju kemandirian dan martabat bangsa di mata dunia," tegas Mukhtarudin di hadapan sivitas akademika UI.

Kampus Sebagai Mesin Akselerasi

Menteri Mukhtarudin menilai peran perguruan tinggi seperti UI sangat krusial dalam mencetak tenaga kerja yang mampu bersaing secara global.

Melalui Migrant Center, diharapkan tercipta standarisasi kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri modern di luar negeri.

"Keterlibatan UI, Pemkot Depok, dan Pemkot Sukabumi menandai lahirnya ekosistem baru. Kampus menjadi motor penggerak riset dan pelatihan, sementara pemerintah daerah menjadi garda terdepan dalam penyiapan warga. Ini adalah kerja keroyokan untuk memastikan perlindungan dari sebelum berangkat hingga kembali ke tanah air," tegas Muktarudin.

Akselerasi Dampak untuk Indonesia Emas

Peluncuran ini selaras dengan tema Dies Natalis UI ke 76 tahun ini, "UI Unggul Impactful, Fondasi Mandiri, Akselerasi Dampak".

Dengan terbentuknya kemitraan empat pihak ini, KemenP2MI optimistis target penyediaan tenaga kerja berkualitas dapat tercapai lebih cepat.

Sinergi Strategis: UI, Depok, dan Sukabumi

?Langkah ini tidak hanya melibatkan dunia pendidikan, tetapi juga mencakup kerja sama erat dengan pemerintah daerah sebagai garda terdepan pelayanan warga.

Menteri Mukhtarudin menggarisbawahi tiga poin kolaborasi utama:

?MoU dengan Universitas Indonesia yakni pembentukan Migrant Center sebagai pusat kajian, pelatihan, dan advokasi berbasis riset untuk memastikan pekerja migran Indonesia memiliki daya saing global.

Sementara, ?MoU dengan Walikota Depok yakni penguatan basis data dan perlindungan keluarga pekerja migran di wilayah penyangga ibu kota.

Sementara ?MoU dengan Walikota Sukabumi di mana optimalisasi kantong-kantong pemberangkatan pekerja migran melalui edukasi dan pengawasan yang lebih ketat di tingkat lokal.

?"Selaras dengan tema UI Unggul Impactful, pembentukan Migrant Center ini adalah bukti nyata 'Akselerasi Dampak'. Kita ingin riset UI tidak hanya berhenti di perpustakaan, tapi menjadi fondasi mandiri bagi perlindungan pekerja kita," tegas Mukhtarudin.

?Menteri Mukhtarudin berharap kolaborasi antara kementerian, UI, serta Pemerintah Kota Depok dan Sukabumi dapat menjadi pilot project bagi daerah lain.

?"Semoga UI terus menjadi motor penggerak pembangunan Indonesia yang inklusif. Dengan adanya Migrant Center dan dukungan para Walikota, kita menciptakan ekosistem pelindungan yang utuh dari hulu hingga hilir," pungkas Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kristi Noem Wajibkan Kamera Badan bagi Petugas DHS di Minneapolis
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Barcelona dan Real Madrid Terus Bersaing Ketat di Puncak Klasemen Liga Spanyol Pekan ke-22
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Turis Jerman soal Sampah di Pantai Kuta: Terbanyak yang Pernah Dikunjungi
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Duduk Perkara Kasus Epstein dan Nama-nama besar dalam Berkas Epstein
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Gunung Semeru Tiga Kali Erupsi Senin Malam, Tinggi Letusan Capai 1 Km
• 15 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.