CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kinerja perdagangan luar negeri Sulawesi Selatan pada akhir 2025 menunjukkan tekanan.
Nilai ekspor pada Desember 2025 mengalami pelemahan jika dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.
Badan Pusat Statistik Sulsel mencatat nilai ekspor Sulawesi Selatan yang dikirim melalui pelabuhan pada Desember 2025 tercatat sebesar 111,66 juta Dollar AS. Angka ini turun 13,30 persen dibanding November 2025 yang mencapai 128,77 juta Dollar AS, serta merosot 34,50 persen dibanding Desember 2024.
Secara kumulatif, nilai ekspor Sulawesi Selatan sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 1.583,56 juta Dollar AS, turun 22,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Pada Desember 2025, nikel tetap menjadi komoditas ekspor utama Sulawesi Selatan dengan nilai 69,56 juta Dollar AS atau 62,29 persen dari total ekspor. Meski dominan, ekspor nikel turun 4,03 persen dibanding November 2025.
Komoditas lain yang juga berkontribusi besar adalah kakao sebesar 10,30 juta Dollar AS, biji-bijian berminyak 8,32 juta Dollar AS, garam, belerang, dan kapur 5,78 juta Dollar AS, serta ikan dan udang 5,48 juta Dollar AS.
Dari kelompok ini, hanya garam, belerang, dan kapur yang mencatat kenaikan bulanan, yakni naik 9,39 persen.
Sepanjang Januari–Desember 2025, komoditas dengan kenaikan terbesar adalah garam, belerang, dan kapur sebesar 17,91 juta Dollar AS (39,85 persen). Sebaliknya, penurunan terdalam terjadi pada besi dan baja yang merosot 186,53 juta Dollar AS (42,83 persen).
Dari sisi negara tujuan, Jepang menjadi pasar ekspor terbesar Sulawesi Selatan pada Desember 2025 dengan nilai 72,86 juta Dollar AS atau 65,25 persen dari total ekspor. Disusul Tiongkok sebesar 25,96 juta Dollar AS dan Taiwan 3,91 juta Dollar AS.
Dibanding November 2025, ekspor ke Jepang turun 4,14 persen, sementara ke Tiongkok anjlok 40,42 persen.
Impor Desember Turun, Namun Naik dari November
Sementara itu, nilai impor Sulawesi Selatan pada Desember 2025 tercatat 110,28 juta Dollar AS. Angka ini turun 21,38 persen dibanding Desember 2024, namun naik dibanding November 2025 yang sebesar 91,47 juta Dollar AS
Komoditas impor utama pada Desember 2025 didominasi bahan bakar mineral senilai 27,61 juta Dollar AS, diikuti gandum-ganduman 22,41 juta Dollar AS, bahan kimia anorganik 17,05 juta Dollar AS, serta mesin dan peralatan listrik 11,16 juta Dollar AS.
Sebagian besar impor berasal dari Tiongkok, Australia, Singapura, Malaysia, dan Brasil, dengan Pelabuhan Makassar sebagai pintu masuk utama yang membongkar 76,54 persen dari total impor Desember 2025.
Secara kumulatif, nilai impor Sulawesi Selatan Januari–Desember 2025 mencapai 1.007,09 juta, turun 9,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan terutama dipicu oleh melemahnya impor gandum-ganduman, mesin-mesin mekanik, serta gula dan kembang gula.


