Aceh Tenggara (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Hutama Karya (HK) melakukan percepatan revitalisasi jembatan yang ada di sepanjang jalur lintas Blangkejeren-Kutacane yang menghubungkan Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Tenggara setelah sempat terputus akibat bencana banjir.
Salah satunya adalah jembatan yang terletak di Desa Lawe Mengkudu, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara yang menjadi salah satu akses vital di ruas jalan tersebut.
Pengawas Lapangan HK Dahlan Simbolon menyebutkan penanganan dibuat dengan membuat jalur alternatif dengan penyangga jumbo bag yang berisikan material pasir dan batu kali.
"Pertama-tama, kita bikin dulu proteksinya dengan jumbo bag sebelum kita masuk ke pekerjaan utama, supaya nanti lalu lintasnya lancar, tidak terhambat. Ini untuk penanganan sementara, karena kita nanti untuk permanen kita akan bekerja di atas jembatan," katanya ditemui di Aceh Tenggara, Selasa.
Dahlan menjelaskan langkah selanjutnya pihaknya akan membuat bore pile untuk pembuatan dinding penahan tanah (DPT) agar konstruksi jembatan lebih kuat.
Ia menyebut langkah ini dilakukan karena bencana besar yang terjadi pada akhir 2025 lalu menyebabkan sejumlah keretakan di beberapa titik jembatan.
Maka dari itu, sebanyak empat unit ekskavator dan 10 orang pekerja disiagakan di lokasi untuk dapat mempercepat proyek pembangunan ini.
"Kita akan berusaha (menyelesaikan) proyek ini secepatnya, supaya bisa digunakan masyarakat dan bisa menikmati kenyamanan seperti semula. Kalau jalannya terhambat, pasti ekonomi masyarakat juga akan mengalami kendala," ujar Dahlan Simbolon.
Diketahui, Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan pihaknya terus mempercepat pemulihan infrastruktur konektivitas pasca bencana banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah di Sumatera.
Ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah membuka seluruh akses darat, meskipun kondisi di lapangan saat ini masih sangat menantang.
"Prioritas pertama adalah membuka akses jalan agar seluruh bantuan dan peralatan dapat masuk dengan aman. Kementerian PU akan terus menambah dukungan alat berat dan personel sesuai kebutuhan, serta bekerja erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah agar penanganan berlangsung efektif," ujarnya.
Data Kementerian PU menyebut terdapat 46 titik longsor dan 34 titik banjir yang berdampak pada 35 ruas jalan nasional serta 14 jembatan putus di Provinsi Aceh.
Kementerian PU juga mengupayakan perbaikan-perbaikan pada jalan nasional dengan pengisian agregat dan aspal pada jalan amblas, pemasangan bronjong dan geotekstil, pembuatan DPT, penutupan longsoran dengan terpal, penimbunan ulang dan pemadatan.
Baca juga: Rehabilitasi jalur lintas Gayo Lues-Aceh Tenggara pascabanjir dikebut
Baca juga: Kementerian PU siap bantu tangani jalan provinsi ke Pining, Gayo Lues
Baca juga: Akses pulih, petani gembira harga minyak serai kembali stabil
Salah satunya adalah jembatan yang terletak di Desa Lawe Mengkudu, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara yang menjadi salah satu akses vital di ruas jalan tersebut.
Pengawas Lapangan HK Dahlan Simbolon menyebutkan penanganan dibuat dengan membuat jalur alternatif dengan penyangga jumbo bag yang berisikan material pasir dan batu kali.
"Pertama-tama, kita bikin dulu proteksinya dengan jumbo bag sebelum kita masuk ke pekerjaan utama, supaya nanti lalu lintasnya lancar, tidak terhambat. Ini untuk penanganan sementara, karena kita nanti untuk permanen kita akan bekerja di atas jembatan," katanya ditemui di Aceh Tenggara, Selasa.
Dahlan menjelaskan langkah selanjutnya pihaknya akan membuat bore pile untuk pembuatan dinding penahan tanah (DPT) agar konstruksi jembatan lebih kuat.
Ia menyebut langkah ini dilakukan karena bencana besar yang terjadi pada akhir 2025 lalu menyebabkan sejumlah keretakan di beberapa titik jembatan.
Maka dari itu, sebanyak empat unit ekskavator dan 10 orang pekerja disiagakan di lokasi untuk dapat mempercepat proyek pembangunan ini.
"Kita akan berusaha (menyelesaikan) proyek ini secepatnya, supaya bisa digunakan masyarakat dan bisa menikmati kenyamanan seperti semula. Kalau jalannya terhambat, pasti ekonomi masyarakat juga akan mengalami kendala," ujar Dahlan Simbolon.
Diketahui, Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan pihaknya terus mempercepat pemulihan infrastruktur konektivitas pasca bencana banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah di Sumatera.
Ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah membuka seluruh akses darat, meskipun kondisi di lapangan saat ini masih sangat menantang.
"Prioritas pertama adalah membuka akses jalan agar seluruh bantuan dan peralatan dapat masuk dengan aman. Kementerian PU akan terus menambah dukungan alat berat dan personel sesuai kebutuhan, serta bekerja erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah agar penanganan berlangsung efektif," ujarnya.
Data Kementerian PU menyebut terdapat 46 titik longsor dan 34 titik banjir yang berdampak pada 35 ruas jalan nasional serta 14 jembatan putus di Provinsi Aceh.
Kementerian PU juga mengupayakan perbaikan-perbaikan pada jalan nasional dengan pengisian agregat dan aspal pada jalan amblas, pemasangan bronjong dan geotekstil, pembuatan DPT, penutupan longsoran dengan terpal, penimbunan ulang dan pemadatan.
Baca juga: Rehabilitasi jalur lintas Gayo Lues-Aceh Tenggara pascabanjir dikebut
Baca juga: Kementerian PU siap bantu tangani jalan provinsi ke Pining, Gayo Lues
Baca juga: Akses pulih, petani gembira harga minyak serai kembali stabil




