Beijing (ANTARA) - China memulai gelombang migrasi penduduk tahunan terbesarnya pada Senin (2/2), 15 hari menjelang Festival Musim Semi 2026, festival yang juga dikenal sebagai Tahun Baru Imlek.
Sebanyak 9,5 miliar perjalanan penumpang diperkirakan akan dilakukan selama periode arus mudik tahun ini, yang akan berakhir pada 13 Maret.
Angka tersebut akan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Dari total tersebut, perjalanan via jalan raya tetap menjadi moda perjalanan dominan, yang mencakup sekitar 80 persen.
Seorang wanita memangku bayi di sebuah kereta di Stasiun Kereta Utara Shenzhen di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 2 Februari 2026. (Xinhua/Mao Siqian).
Menurut perkiraan, sebanyak 540 juta perjalanan penumpang akan dilayani oleh jaringan perkeretaapian di negara itu, sementara sektor penerbangan sipil akan mencatat sekitar 95 juta perjalanan.
Tahun ini, baik skala keseluruhan maupun puncak lalu lintas harian perjalanan kereta dan udara diperkirakan akan memecahkan rekor tertinggi.
Di China, ratusan juta orang akan mudik ke kampung halaman mereka untuk berkumpul bersama keluarga dalam lonjakan perjalanan selama 40 hari tersebut.
Seorang petugas memeriksa tiket penumpang di Stasiun Kereta Lanzhou di Lanzhou, Provinsi Gansu, China barat laut, pada 2 Februari 2026. (Xinhua/Hou Chonghui)
Seorang anak laki-laki menaiki kereta di Stasiun Kereta Nanjing di Nanjing, Provinsi Jiangsu, China timur, pada 2 Februari 2026. (Xinhua/Su Yang)
(Xinhua)
Seorang wanita berinteraksi dengan seorang anak di sebuah kereta di Stasiun Kereta Selatan Kunshan di Kota Kunshan, Provinsi Jiangsu, China timur, pada 2 Februari 2026. (Xinhua/Wang Xuzhong)
Penumpang terlihat di Bandar Udara Internasional Ibu Kota Beijing di Beijing, ibu kota China, pada 2 Februari 2026. (Xinhua/Li He)
Penumpang terlihat di Bandar Udara Internasional Ibu Kota Beijing di Beijing, ibu kota China, pada 2 Februari 2026. (Xinhua/Li He)
Sebanyak 9,5 miliar perjalanan penumpang diperkirakan akan dilakukan selama periode arus mudik tahun ini, yang akan berakhir pada 13 Maret.
Angka tersebut akan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Dari total tersebut, perjalanan via jalan raya tetap menjadi moda perjalanan dominan, yang mencakup sekitar 80 persen.
Seorang wanita memangku bayi di sebuah kereta di Stasiun Kereta Utara Shenzhen di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 2 Februari 2026. (Xinhua/Mao Siqian).
Menurut perkiraan, sebanyak 540 juta perjalanan penumpang akan dilayani oleh jaringan perkeretaapian di negara itu, sementara sektor penerbangan sipil akan mencatat sekitar 95 juta perjalanan.
Tahun ini, baik skala keseluruhan maupun puncak lalu lintas harian perjalanan kereta dan udara diperkirakan akan memecahkan rekor tertinggi.
Di China, ratusan juta orang akan mudik ke kampung halaman mereka untuk berkumpul bersama keluarga dalam lonjakan perjalanan selama 40 hari tersebut.
Seorang petugas memeriksa tiket penumpang di Stasiun Kereta Lanzhou di Lanzhou, Provinsi Gansu, China barat laut, pada 2 Februari 2026. (Xinhua/Hou Chonghui)
Seorang anak laki-laki menaiki kereta di Stasiun Kereta Nanjing di Nanjing, Provinsi Jiangsu, China timur, pada 2 Februari 2026. (Xinhua/Su Yang)
(Xinhua)
Seorang wanita berinteraksi dengan seorang anak di sebuah kereta di Stasiun Kereta Selatan Kunshan di Kota Kunshan, Provinsi Jiangsu, China timur, pada 2 Februari 2026. (Xinhua/Wang Xuzhong)
Penumpang terlihat di Bandar Udara Internasional Ibu Kota Beijing di Beijing, ibu kota China, pada 2 Februari 2026. (Xinhua/Li He)
Penumpang terlihat di Bandar Udara Internasional Ibu Kota Beijing di Beijing, ibu kota China, pada 2 Februari 2026. (Xinhua/Li He)



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F02%2F03%2F58e9399f2a0e5fb0ab25408057ff96dd-IMG_20260203_WA0039.jpg)

