Tiongkok Larang Handle Pintu Tersembunyi di Mobil Listrik Mulai 2027

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

PEMERINTAH Tiongkok resmi melarang penggunaan gagang pintu tersembunyi (hidden door handles) pada kendaraan listrik (EV). Kebijakan ini menjadikan Tiongkok sebagai negara pertama yang menghentikan penggunaan desain kontroversial yang sebelumnya dipopulerkan Tesla milik Elon Musk.

Langkah tegas ini diambil menyusul meningkatnya sorotan dari pengawas keselamatan di seluruh dunia. Sejumlah insiden fatal dilaporkan terjadi, termasuk dua kecelakaan mematikan di Tiongkok yang melibatkan mobil listrik Xiaomi. Dalam insiden tersebut, kegagalan daya diduga mencegah pintu terbuka, sehingga penumpang terjebak di dalam kendaraan.

Standar Mekanis Baru

Berdasarkan regulasi baru yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok, setiap kendaraan hanya diizinkan dijual jika memiliki mekanisme pembuka pintu mekanis, baik dari sisi dalam maupun luar.

Baca juga : GAC Aion Gandeng Indomobil Pasarkan Mobil Listrik di Indonesia

Aturan baru yang akan berlaku efektif pada 1 Januari 2027 ini menetapkan spesifikasi teknis yang sangat detail:

Akses Luar: Setiap pintu penumpang harus memiliki ruang reses berukuran minimal 6 cm x 2 cm dengan kedalaman 2,5 cm untuk memastikan akses fisik ke gagang pintu.
Akses Dalam: Harus tersedia tanda penunjuk visual berukuran minimal 1 cm x 0,7 cm yang menunjukkan cara membuka pintu secara manual.

Untuk model mobil yang sudah mendapatkan persetujuan otoritas dan berada dalam tahap akhir peluncuran di pasar, pemerintah memberikan tenggat waktu tambahan selama dua tahun untuk memperbarui desain mereka.

Baca juga : Mobil Listrik Baru Asal Tiongkok Segera Masuk di RI, Luhut: Tak Kalah Saing dengan Tesla

Dampak pada Pasar Global

Desain gagang pintu tersembunyi saat ini sangat dominan di pasar kendaraan energi baru (NEV) Tiongkok. Data dari China Daily menunjukkan sekitar 60% dari 100 model NEV terlaris menggunakan fitur ini.

Meskipun aturan ini hanya berlaku untuk model yang dijual di Tiongkok, dominasi negara tersebut dalam industri otomotif global diprediksi akan memaksa produsen internasional untuk melakukan penyesuaian desain secara menyeluruh.

Saat ini, desain pintu Tesla juga tengah diselidiki oleh regulator keselamatan Amerika Serikat (NHTSA) setelah adanya sembilan keluhan mengenai gagang pintu Model Y yang tiba-tiba berhenti berfungsi. Dalam empat kasus di antaranya, pemilik mobil terpaksa memecahkan kaca jendela untuk menyelamatkan anak-anak yang terjebak di dalam.

Otoritas di Eropa juga dikabarkan tengah mempertimbangkan regulasi serupa guna memastikan keselamatan penumpang dalam kondisi darurat ketika sistem kelistrikan mobil mengalami kegagalan total. (BBC/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pandji Pragiwaksono soal Pro Kontra Mens Rea: Siapa pun Boleh Punya Pendapat terhadap Karya Saya
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Rela Tinggalkan Belanda Demi Jakarta, Mauro Zijlstra Disebut Jadi Kunci Ambisi Persija Kejar Persib
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Barcelona dipastikan tanpa Raphinha selama sepekan karena alami cedera
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Indonesia to Ban Palm Oil Waste Exports to Boost Energy Independence
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ini Bocoran RKAB Pertambangan Batu Bara, Emiten Mana Paling Untung?
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.