Modus Love Scam Marak, Legislator Ingatkan Kerapuhan Perlindungan di Ranah Digital

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP, Sarifah Ainun Jariyah, menyoroti peningkatan kasus love scam atau penipuan berkedok asmara di Indonesia maupun global. Modus ini memanfaatkan hubungan emosional palsu yang dibangun pelaku lewat aplikasi kencan dan media sosial, membuat korban rela mengirimkan uang dalam jumlah besar.

"Kejahatan seperti ini menegaskan perlindungan warga negara di ruang digital masih rapuh. Pelaku bisa bergerak bebas karena celah teknologi, identitas yang tidak jelas, dan sistem verifikasi yang belum kuat," ujar Sarifah Ainun Jariyah, Sabtu (31/1).

BACA JUGA: Hasto Pimpin Konsolidasi PDIP Kaltim, Bahas Politik Ekologi hingga Daya Beli

Ia menjelaskan modus di mana pelaku berpura-pura menjalin hubungan romantis online, lalu memanipulasi emosi korban untuk memberikan uang atau barang berharga. Pelaku membangun kedekatan bertahap lewat obrolan hangat hingga korban merasa bergantung. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 3.494 kasus love scam sepanjang 2025 dengan total kerugian Rp49,2 miliar. Dampaknya mencakup sisi finansial, mental, dan psikologis korban.

Salah satu kasus viral menimpa seorang dokter berinisial Via. Pada 2025, ia berkenalan dengan pria lewat aplikasi kencan. Lima hari kemudian, pria itu mulai meminta dana darurat. Via melakukan 48 transaksi dalam sehari hingga tabungannya terkuras Rp220 juta, bahkan berutang pada teman. Pelaku menghilang dan memblokir kontak. Meski telah dilaporkan, pelaku belum berhasil dilacak.

BACA JUGA: Hasto PDIP Tegaskan Parliamentary Threshold Tetap Diperlukan

Kasus ini terbukti melibatkan sindikat internasional. Awal Januari 2026, Polresta Yogyakarta membongkar markas sindikat love scam internasional di Sleman. Sindikat yang diduga terkait jaringan China ini beroperasi dengan kedok perusahaan tertentu. Mereka merekrut ratusan operator dengan gaji hingga Rp8,5 juta per bulan untuk menipu korban asing lewat aplikasi kencan, dengan omzet diduga mencapai Rp10 miliar per bulan.

Selain itu, Direktorat Jenderal Imigrasi membongkar sindikat serupa di Tangerang yang melibatkan puluhan Warga Negara Asing. Fakta ini menunjukkan romance scam sebagai kejahatan lintas negara yang terorganisir. Fenomena serupa juga terjadi di Amerika Serikat, yang kerap menargetkan pria Amerika lewat obrolan online oleh pelaku asing.

BACA JUGA: Anggap Ambang Batas Parlemen Dibutuhkan, Hasto PDIP: Demi Penguatan Presidensial

Sarifah Ainun Jariyah mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap tanda umum love scam, seperti komunikasi terlalu cepat dan intens, profil terlalu sempurna, penghindaran video call, serta permintaan uang dengan tekanan emosional. "Pesan buat masyarakat, kalau ada orang ganteng atau cantik di medsos yang belum pernah ketemu tapi sudah berani minjem duit, itu bukan jodoh, itu Penipuan! Langsung blokir, jangan pakai perasaan!," tegasnya. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Nilai Rupiah Tertekan Dolar AS, Hasto PDIP Singgung Soliditas Pemerintah


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Amien Rais Sebut Pernyataan Listyo Sigit Prabowo, Pancing Kegusaran Publik
• 11 jam lalugenpi.co
thumb
3.824 Warga Kabupaten Bekasi Terdampak Banjir Masih Mengungsi
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
5 Zodiak yang Terlahir Baik Hati
• 19 jam lalubeautynesia.id
thumb
6 Idol K-Pop yang Terjun ke Dunia Akting Lewat Proyek Terbaru
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Meningkatkan Kualitas Pertemuan Bisnis dengan Pengalaman Meeting Interaktif
• 13 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.