Sejumlah pimpinan organisasi masyarakat (Ormas) Islam mulai merapat ke ke Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (3/2) siang.
Pantauan di lokasi, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar bersama jajaran pengurus MUI sudah hadir. Setelahnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar tiba pukul 13.05 WIB.
Nasaruddin mengatakan, Presiden Prabowo Subianto akan menggelar silaturahmi dengan para tokoh Islam sekaligus menyampaikan informasi aktual kepada mereka.
"Tapi pada sisi yang terbalik juga mungkin ulama-ulama kita juga akan memberikan masukan kepada Presiden sebagai umara. Jadi hubungan antara ulama dengan umara itu dalam periode ini sangat bagus ya," kata Nasaruddin.
Nasaruddin menjelaskan, hubungan ulama dan umara di kepemimpinan Prabowo terjalin dengan baik. Dalam pertemuan itu nantinya juga akan dibahas terkait bergabungnya Indonesia ke Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Iya, saya kira Pak Presiden juga sudah memberikan penjelasan banyak juga kepada publik ya di media-media sudah banyak. Dan mungkin bukan hanya itu, tapi ini rutin kok," ujarnya.
Imam Besar Masjid Istiqlal ini menilai, langkah yang dilakukan Prabowo seperti yang dilakukan Rasulullah melalui perjanjian Hudaibiyah antara kaum muslim dan Yahudi di Yastrib.
"Dan apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo, itu sebetulnya mengingatkan kita kepada dulu ada Perjanjian Hudaibiyah yang dilakukan Rasulullah. Banyak sekali sahabat yang salah paham tapi setelah melihat hasilnya, Alhamdulillah ini yang terbaik ternyata untuk dunia Islam pada waktu itu ya," tandasnya.
Selain itu turut hadir Jusuf Hamka alias Babah Alun, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi, Ketua PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Ketua Umum DPP Hidayatullah Naspi Arsyad, Sekjen DPP Hidayatullah Nanang Noerpatria.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan menerima sejumlah tokoh dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan.
Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada siang hari dan menjadi bagian dari agenda rutin Presiden untuk berdialog dengan elemen umat Islam.
"Oke, saya mau jelaskan kegiatan Bapak Presiden, hari ini Bapak Presiden nanti siang akan menerima beberapa tokoh pimpinan organisasi Islam, kemudian tokoh-tokoh Islam, kemudian juga beberapa pimpinan pondok pesantren dari beberapa daerah yang bisa hadir pada siang hari ini," ujar Teddy.
Menurut Teddy, diskusi dalam pertemuan itu akan mencakup berbagai isu strategis, mulai dari capaian pemerintah hingga situasi nasional dan global.
"Oke, kemudian tentunya nanti akan berdiskusi, ini pertemuan rutin 3-4 bulan sekali. Kalau Anda lihat akhir tahun lalu juga sudah kumpul juga nanti kira-kira akan membahas tentang pencapaian pemerintah, program-program strategis, kemudian juga tentunya kondisi dalam negeri dan di luar negeri," jelasnya.





