Menteri: Kemenag aktif artikulasikan peran RI di forum global

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan Kementerian Agama secara proaktif selalu menjelaskan dan mengartikulasikan posisi Indonesia dalam berbagai forum internasional, termasuk keikutsertaan dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace).

“Jadi menanggapi pernyataan Bapak Presiden beberapa waktu yang lalu, kita langsung adakan empat seminar ya. Jadi bagaimana menerjemahkan, mengartikulasikan, statement Bapak Presiden waktu di PBB,” ujar Nasaruddin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

Menag menyebut upaya tersebut dilakukan melalui berbagai forum akademik dan keagamaan agar pesan Presiden Prabowo Subianto dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.

Ia menjelaskan Kementerian Agama memanfaatkan jaringan 57 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) atau UIN di seluruh Indonesia untuk mengkaji dan menerjemahkan pernyataan Presiden dalam berbagai forum internasional.

Menurut Nasaruddin, seminar-seminar tersebut menghadirkan para pakar dari dalam dan luar negeri, termasuk dari Amerika Serikat, Australia, serta jurnalis senior dari Palestina, dan melibatkan negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.

“Kami ingin mengartikulasikan konten Indonesia moderat, termasuk peran pesantren, agar pesan Presiden tentang perdamaian dunia bisa dipahami secara komprehensif,” katanya.

Hasil dari berbagai seminar tersebut kemudian dirangkum dalam bentuk makalah ilmiah dan disebarluaskan kepada berbagai pihak yang membutuhkan informasi mengenai posisi dan arah kebijakan Indonesia di tingkat global.

Menag menilai langkah tersebut membuahkan hasil positif karena membantu meluruskan berbagai kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional, salah satunya Dewan Perdamaian.

“Banyak tadinya yang salah paham tetapi begitu membaca hasil seminar yang dikemukakan oleh para tokoh, para ulama, dan para pakar, akhirnya oh iya. Ternyata Bapak Presiden future oriented-nya itu dahsyat gitu, ya,” kata Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut.

Menurutnya, Indonesia saat ini memiliki posisi yang sangat strategis di tingkat internasional, sehingga peran aktif dalam upaya perdamaian dunia menjadi bagian penting dari tanggung jawab global bangsa.

Ia berharap melalui dukungan doa para ulama dan masyarakat, Indonesia dapat semakin berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia sekaligus memperkuat posisi diplomasi internasional.

“Nah kita berharap semoga Bapak Presiden melalui doanya para ulama, doanya warga masyarakat, Indonesia akan semakin memiliki posisi penting dalam dunia internasional,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah pimpinan Organisasi Keagamaan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta. Salah satu pertemuan tersebut membahas keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ketika Hidup Tidak Lagi Berjalan Sesuai Rencana
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Jenazah Istri Jenderal Hoegeng Tiba di Rumah Duka di Depok
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Rumah dan Bengkel Ban di Lumajang Jatim Hangus Terbakar
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Laga Amal Persik Legends Vs Persebaya Legends Dibanjiri Penonton, Donasi untuk Almarhum Kuncoro Tembus Rp11 Juta
• 20 jam lalubola.com
thumb
Seskab Tegaskan Prabowo Tidak Gunakan Dua Pesawat Kepresidenan ke Luar Negeri
• 6 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.