Peneliti Bongkar Dunia di Bawah Es Kutub Selatan, Isinya Mengejutkan

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Antartika menunjukkan peningkatan tanda-tanda dampak polusi dari pariwisata dan kegiatan ilmiah, menurut sebuah studi yang diterbitkan pada hari Rabu di jurnal Nature Sustainability. (AFP/JOSE JORQUERA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para ilmuwan berhasil mengungkap gambaran paling detail tentang kondisi daratan yang tersembunyi di bawah lapisan es Antartika, wilayah yang selama ini lebih sedikit diketahui dibandingkan permukaan Mars atau Venus.

Melalui kombinasi teknik pemetaan baru dan data satelit, penelitian terbaru menunjukkan bahwa di bawah lapisan es seluas hampir 14 juta kilometer persegi tersebut terdapat ribuan bukit dan lembah subglasial, jajaran pegunungan, hingga ngarai dalam yang sebelumnya belum pernah terpetakan.

Studi yang dipimpin peneliti Universitas Edinburgh ini menggunakan metode Ice Flow Perturbation Analysis (IFPA), yakni teknik yang membaca pola gangguan di permukaan es akibat aliran es yang melintasi bentuk daratan di bawahnya.


Mengutip Daily Mail, data tersebut kemudian dipadukan dengan pengamatan satelit terbaru untuk memetakan seluruh benua Antartika, termasuk area yang selama ini belum terjangkau survei.

Pilihan Redaksi
  • 360 Gempa Tidak Terdeteksi, 12 Juta Nyawa Manusia di Ujung Tanduk
  • Lowongan Gaji Ratusan Juta, Posisi Tukang Kayu dan Ledeng

"Dengan teknik ini, untuk pertama kalinya kami dapat mengamati distribusi relatif dari lanskap yang sangat beragam tersebut di seluruh benua," ujar salah satu penulis, Robert Bingham dari School of GeoSciences Universitas Edinburgh.

Peneliti menilai temuan ini penting untuk memahami perilaku lapisan es Antartika, yang saat ini terus menipis dan menyusut akibat pemanasan suhu laut dan udara. Kondisi daratan di bawah es diketahui berperan besar dalam menentukan seberapa cepat es mengalir menuju laut.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa wilayah subglasial yang kasar, seperti perbukitan tajam dan punggungan pegunungan, dapat memperlambat laju mundurnya lapisan es karena menciptakan hambatan gesekan. Sebaliknya, area yang lebih datar berpotensi mempercepat aliran es.

Peta terbaru ini diharapkan dapat menjadi acuan penting bagi ilmuwan dalam menentukan fokus survei berikutnya, sekaligus meningkatkan akurasi model prediksi kenaikan permukaan laut global di masa depan.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Cara Cloud Bantu Bisnis e-Commerce - Bank Makin Efisiensi

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pramono Kaji Pembangunan Flyover di Daan Mogot untuk Atasi Banjir-Macet
• 11 jam laludetik.com
thumb
BRI jalin kolaborasi dengan BP Batam, BKPM dan Kementerian UMKM untuk perkuat investasi daerah
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Studio Tropik Luncurkan Blushing Artist Pot, Multi-Use Balm Hybrid dengan Kandungan Sea Butter-Vitamin E
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
Hujan Deras, Sungai Singaraja Meluap Rendam Ratusan Rumah di Cirebon
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Nonton Live Streaming Timnas Futsal Indonesia Vs Vietnam di Piala Asia Futsal 2026
• 4 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.