Pantau - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana menyatakan transaksi judi online di Indonesia berhasil ditekan secara signifikan berkat ketegasan Presiden Prabowo Subianto.
Ivan menyampaikan pernyataan tersebut dalam rapat bersama Komisi III DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta.
Tekanan Pemberantasan Judi Online dan Tantangan TeknologiIvan mengungkapkan bahwa PPATK menghadapi tekanan yang sangat besar dalam upaya pemberantasan judi online di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial.
Ia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi financial technology dan aset kripto meningkatkan potensi terjadinya transaksi judi online lintas platform.
"Tanpa penindakan yang tegas, potensi transaksi judi online bisa mencapai sekitar Rp1.100 triliun," ungkap Ivan.
Setelah dilakukan koordinasi lintas lembaga, transaksi judi online berhasil ditekan hingga sekitar Rp268 triliun.
Koordinasi tersebut dilakukan bersama sejumlah instansi, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital.
Ivan menyebut keberhasilan tersebut berdampak langsung bagi masyarakat karena mampu menekan kerugian sosial dan ekonomi akibat judi online.
"Keberhasilan ini menyelamatkan banyak masyarakat dari dampak judi online," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sejak 2017 hingga 2020, transaksi judi online terus mengalami peningkatan meski rincian angka per tahun tidak dijabarkan secara detail.
DPR Minta Penguatan Tindak Lanjut Penegakan HukumAnggota Komisi III DPR RI Mangihut Sinaga meminta PPATK memperkuat koordinasi tindak lanjut dalam pemberantasan judi online.
Mangihut menilai masih banyak data dan informasi hasil analisis PPATK yang belum ditindaklanjuti secara optimal oleh aparat penegak hukum.
"Data yang disampaikan PPATK sangat penting dan harus benar-benar ditindaklanjuti agar penegakan hukum berjalan efektif," ungkap Mangihut.
Komisi III DPR RI mendorong adanya perbaikan dalam analisis transaksi keuangan guna mendukung proses hukum yang lebih adil.
DPR RI berharap hasil penegakan hukum dari pemberantasan judi online dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.



