DENPASAR, KOMPAS.TV - Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Bali, Anak Agung Dalem merespons teguran Presiden Prabowo Subianto mengenai "Bali kotor".
Teguran tersebut disampaikan saat Presiden berpidato dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelar di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Ia berterima kasih atas pengingat mengenai pengelolaan sampah yang disampaikan Presiden. Namun, ia menjelaskan mengenai adanya "musim sampah" di Pantai Kuta.
"Berkaitan dengan sampah yang ada di Kuta, kami perlu ingatkan kembali bahwa Kuta memiliki 'musim sampah'. Itu berkaitan dengan muson barat dan muson timur," katanya dalam program Kompas Siang KompasTV, Selasa (3/2/2026).
Anak Agung menjelaskan, ketika muson barat terjadi pada September-Maret, akan menimbulkan arus susur laut dari barat.
Baca Juga: Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah, 'Bali Kotor' Jadi Teguran Keras Presiden Prabowo
Ia berkata, arus susur laut dan gelombang laut dari barat membawa sampah yang mengapung di laut. Sampah tersebut akan terangkut ke arah timur.
"Kebetulan Kuta berada di sisi barat Kabupaten Badung dan kemudian dia merupakan cerukan karena adanya landasan pacu pesawat Bandara Ngurah Rai, dan di bawahnya lagi adalah ada ceruk yang akibat dari Pura Uluwatu menjorok ke tengah. Itu yang menyebabkan sampah-sampah laut yang ada di arus susur air laut kemudian terdampar di Pantai Kuta," paparnya.
Anak Agung mengatakan siklus tersebut bersifat musiman dan tiap tahun akan berulang.
"Begitu juga ketika susur laut timur pada muson timur, itu akan mengangkut sampah-sampah dari Indonesia timur. Itu biasanya adalah ganggang laut. Beda dengan yang dari barat," ungkapnya.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- bali
- bali kotor
- dlhk badung
- sampah di pantai kuta
- pantai kuta
- prabowo subianto




