Grid.ID - Terapi berbasis hormon menjadi salah satu pendekatan medis yang digunakan dalam penanganan penurunan berat badan, khususnya pada kondisi obesitas.
Salah satu terapi yang kini banyak digunakan adalah GLP-1, yang awalnya dikembangkan untuk membantu mengontrol kadar gula darah.
Terapi GLP-1 merupakan pendekatan medis yang memanfaatkan hormon alami tubuh untuk membantu mengatur rasa lapar dan metabolisme energi.
GLP-1 atau Glucagon-Like Peptide-1 diproduksi oleh usus setelah makan dan berperan memberi sinyal rasa kenyang ke otak.
Dalam praktik medis, terapi ini menggunakan obat yang meniru cara kerja hormon GLP-1, salah satunya semaglutide.
Zat ini membantu memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama dan asupan makan dapat berkurang secara bertahap.
Karena mekanismenya bekerja langsung pada sistem tubuh, terapi GLP-1 hanya dapat digunakan dengan resep dan pengawasan dokter.
Siapa yang bisa menggunakan terapi ini?
Seperti dijelaskan sebelumnya, terapi dengan semaglutide umumnya direkomendasikan bagi individu dengan obesitas atau kelebihan berat badan yang disertai kondisi medis tertentu, seperti diabetes melitus tipe dua atau risiko penyakit kardiovaskular.
Namun dalam banyak kasus, terapi ini bisa dipertimbangkan ketika perubahan pola makan dan aktivitas fisik belum memberikan hasil yang optimal.
Meski demikian, penggunaannya tidak dilakukan secara sembarangan.
Setiap calon pengguna perlu menjalani asesmen medis terlebih dahulu untuk menilai kondisi kesehatan secara menyeluruh.
Proses ini mencakup riwayat penyakit, penggunaan obat lain, serta respons tubuh terhadap upaya pengelolaan berat badan sebelumnya.
Terapi semaglutide juga tidak dianjurkan bagi ibu hamil atau menyusui karena keterbatasan data terkait keamanannya.
Oleh karena itu, diperlukan peran dokter agar penerapan obat diet ini tepat sasaran, dengan manfaat yang optimal dan risiko yang dapat diminimalkan.
Terapi GLP-1 dengan Halofit
Bagi individu yang ingin menurunkan berat badan dengan aman dan nyaman melalui pendekatan medis ini, dukungan platform kesehatan digital menjadi salah satu faktor penting.
Melalui ekosistem kesehatan digital Halodoc, Halofit menghadirkan program manajemen berat badan berbasis medis yang menyeluruh.
Program ini berada di bawah pengawasan Board of Wellness Halofit yang terdiri dari dokter spesialis endokrin dan spesialis gizi klinis.
Dalam program diet Halofit, injeksi GLP-1 dengan kandungan semaglutide diberikan sebagai bagian dari pendekatan terpadu, bukan sebagai terapi tunggal.
Pengguna juga mendapatkan konsultasi dokter, meal plan personal dari ahli gizi, obat diet pendamping, serta pemantauan rutin selama 30 hari.
Dari sisi aksesibilitas, Halofit menawarkan paket Halofit Transform yang mencakup injeksi GLP-1 dengan harga mulai dari Rp 3,3 juta per bulan.
Paket ini tersebut memiliki harga lebih terjangkau dibandingkan pembelian injeksi GLP-1 secara satuan tanpa pendampingan program, sekaligus memberikan nilai tambah berupa pemantauan medis dan edukasi gaya hidup yang berkelanjutan.
Cara memulai program Halofit di Halodoc
Untuk memulai program Halofit, seluruh proses dilakukan melalui aplikasi Halodoc dengan alur yang praktis. Berikut tahapnya.
1. Mengisi asesmen kesehatan dan gaya hidup
2. Konsultasi online dengan dokter
3. Mendapatkan rekomendasi program dan terapi yang sesuai
4. Aktivasi program melalui aplikasi
Menjalani pendampingan dokter dan ahli gizi selama program berlangsung
Melalui pendekatan klinis yang terintegrasi, Halofit membantu proses penurunan berat badan yang lebih aman, terukur, dan berfokus pada kesehatan jangka panjang.
Untuk mengetahui apakah terapi GLP-1 sesuai dengan kebutuhan, kunjungi situs atau buka aplikasi Halodoc untuk memulai program Halofit.
Artikel Asli



