Kolagen Halal dari Limbah Telur, Inovasi Peneliti UC Surabaya

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Tim peneliti dari Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ciputra (UC) Surabaya mengubah limbah cangkang telur menjadi kolagen halal.

Riset tersebut, dipimpin oleh Joko Sulistyo bersama Mitha Ayu Pratama Handojo dan Agoes Tinus Lis Indrianto dosen, serta melibatkan mahasiswa yakni Manuela Angkadjaja dan Tuhfah Wikaputra, dengan dukungan teknis dari Amelia Myristi Lolita laboran teknologi pangan UC Surabaya.

Joko mengatakan, cangkang telur merupakan limbah yang sangat mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Namun, di balik jumlahnya yang melimpah, terdapat kandungan bernilai tinggi berupa kolagen yang berasal dari membran cangkang telur atau dikenal dengan istilah Egg Shell Membrane (ESM).

“Kolagen ESM ini manfaatnya luar biasa. Produk ini bisa menggantikan kolagen yang selama ini masih banyak diimpor dari luar negeri,” katanya di Surabaya, pada Senin (3/2/2026).

Selama ini, kata dia, kolagen impor banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan industri. Namun, bahan baku kolagen dari luar negeri kerap menimbulkan pertanyaan, terutama terkait aspek kehalalan. Berbeda dengan kolagen ESM dari cangkang telur yang dinilai aman dan halal.

Ia menegaskan bahwa kolagen ESM telah masuk dalam positive list yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), sehingga aspek kehalalannya tidak perlu diragukan lagi.

“Kolagen dari membran cangkang telur ini murah, mudah diperoleh, jumlahnya melimpah, dan kehalalannya sudah jelas. Ini menjadi keunggulan utama dibandingkan kolagen impor,” ucapnya.

Lebih lanjut, kolagen ESM memiliki potensi pemanfaatan yang sangat luas. Mulai dari industri pangan, farmasi, kosmetik, hingga suplemen kesehatan. Hasil penelitian itu menurutnya, bisa mendorong kemandirian industri kolagen di dalam negeri.

Saat ini, tim peneliti dari Program Studi Food Technology UC Surabaya masih berfokus pada pengembangan produk pangan dan minuman berbasis kolagen ESM dengan produk yang dikembangkan yakni makanan berbasis jelly serta minuman kolagen yang dikenal bermanfaat bagi kesehatan kulit.

“Targetnya bukan hanya kecantikan, tetapi juga kesehatan secara menyeluruh, termasuk sebagai anti-aging untuk mencegah penuaan dini, keriput, dan bercak pada kulit wajah,” katanya.

Kolagen ESM, kata dia, juga berpotensi diaplikasikan di bidang medis dan kedokteran, seperti untuk bahan penutup luka pascaoperasi, hingga uka bakar.

Dengan manfaat besar tersebut, ia menyatakan bahwa UC membuka peluang kolaborasi dengan dunia usaha untuk mengembangkan kolagen ESM agar dapat diproduksi secara massal.

“Jika ada industri yang tertarik, kami sangat terbuka untuk bekerja sama,” pungkasnya. (ris/saf/ipg)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Megawati Kunjungi KBRI Abu Dhabi, Bahas Pelayanan WNI hingga Isu Geopolitik
• 19 jam laludetik.com
thumb
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
• 21 jam lalusuara.com
thumb
India Hentikan Impor Minyak Rusia, Trump Pangkas Tarif Dagang
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menang BTN Housingpreneur 2025, Para Inovator Muda Siap Perkuat Ekosistem Perumahan
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Rusia Tambah Kuota Beasiswa bagi Pelajar Indonesia Jadi 300
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.